

Terdapat friksi antara kubu yang ingin menuntaskan kasus demi pembersihan institusi dan mereka yang diduga berusaha melindungi pihak tertentu.
Meski demikian, Tim 9 dipandang sebagai unit yang lebih independen dan profesional dalam menjawab harapan publik.
“Kalau tidak melakukan itu nanti masyarakat semakin jengkel. Dan Tim 9 ini saya meyakini beliau-beliau adalah independen,” ujar Boyamin.
Salah satu detail paling menarik bagi publik adalah proses penggeledahan rumah pribadi di kawasan Radio Dalam.
Boyamin menyoroti adanya sejumlah kejanggalan pada hasil penggeledahan tersebut.
Rumah pribadi itu diduga kuat sudah dikosongkan terlebih dahulu sebelum aparat penegak hukum tiba di lokasi.
Secara spesifik, ia menyebutkan bahwa penyidik menemukan sebuah brankas di dalam rumah tersebut.
Namun, saat digeledah oleh tim, brankas itu ternyata hanya berisi dokumen-dokumen biasa.
Boyamin mengklaim memiliki informasi sangat detail mengenai spesifikasi brankas yang telah dikosongkan itu.
“Padahal saya tahu persis ada brankas di situ… Artinya sudah kosong brankasnya. Bahkan saya punya ukurannya brankasnya itu berapa kali berapa,” tuturnya.
Diketahui, brankas tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, yakni 2m x 2m x 1m.
Selain temuan brankas kosong, terdapat pula indikasi pergerakan pemindahan barang bukti ke lokasi lain.
Barang-barang penting tersebut diduga telah dipindahkan ke kawasan Sentul sebelum penggeledahan resmi dilakukan.
Terdapat narasi kuat yang menyebutkan bahwa jika satu pihak dijatuhi hukuman berat, hal itu akan memicu aksi ‘saling bongkar’ borok institusi dan pihak swasta.
Boyamin berpendapat bahwa pemberantasan korupsi justru akan berjalan lebih efektif jika fenomena saling bongkar ini benar-benar terjadi.
Ia meyakini bahwa Febrie Adriansyah memiliki kapasitas dan data untuk menyeret pihak-pihak lain yang selama ini bersembunyi.
“Pemberantasan korupsi itu halal motifnya apapun. Oke. Bahwa memang ada persaingan… Artinya Pak Febrie Adriansyah suatu saat saya yakin dia juga akan bisa bongkar yang lain,” jelasnya.
Boyamin secara terbuka menyatakan dukungannya agar aksi buka-bukaan data ini segera direalisasikan.
“Itu dia yang saya maksud dan saya akan mengompori itu, Bang. Dan orang memang berharap itu. Ya wis saling bongkar-bongkaran aja gitu kan,” pungkasnya.