Media Asing Ramai-ramai Sorot Kebakaran Hutan di Kalimantan, Singgung 95.000 Hektar Lahan

inNalar.com – Sejumlah media asing menyoroti lonjakan kasus kebakaran hutan di Kalimantan dan wilayah Indonesia lainnya.

Peningkatan tajam kebakaran ini dinilai sebagai dampak langsung dari intensifikasi pola cuaca El Niño yang melanda kawasan tersebut.

Hal ini setidaknya dimuat kantor berita Reuters. Dalam laporannya disebut bagaimana ancaman nyata yang dihadapi Indonesia adalah hampir 95.000 hektar lahan hangus terbakar hanya dalam bulan Juli.

“Angka ini hampir melipatgandakan total kerusakan yang terjadi pada enam bulan sebelumnya, yakni periode Januari hingga Juni,” tulis laman itu.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan yang disampaikan pada hari Selasa, total lahan yang dilalap api dari Januari hingga Juli mencapai 202.004 hektar (sekitar 499.162 ekar), melonjak tajam dari 107.465 hektar pada periode Januari-Juni.

Laman Reuters juga memberikan sorotan pada prediksi Badan Cuaca Indonesia (BMKG). Media itu menulis bagaimana “El Niño diprediksi akan terus berlangsung hingga awal 2027”.

“Periode kritis untuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga September,” tulisnya.

Pada pertengahan Agustus, intensitas indeks El Niño saat ini dilaporkan telah melampaui level tahun 2015, yang merupakan tahun terakhir di mana El Niño terkuat melanda.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ikut disebut dalam laporan tersebut. Ia memberikan pernyataannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Parlemen untuk merespons situasi.

Meski indeks cuaca melampaui 2015, kerusakan lahan saat ini yang mencapai 202.004 hektar masih lebih kecil dibandingkan periode yang sama di tahun 2015, di mana 600.000 hektar lahan hancur.

“Ukuran area yang terdampak telah melampaui tingkat yang terlihat pada tahun 2019 dan 2023, namun mengingat kondisi El Niño saat ini mirip dengan tahun 2015, jumlahnya (kerusakan) masih berada di bawah level 2015,” tegas Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Inilah yang sedang kami upayakan dengan keras untuk ditangani,” tambahnya.

Langkah penanganan seperti Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) dinilai terus digenjot dan telah dilakukan di berbagai provinsi rawan kebakaran selama periode Februari hingga Juli.

Selain area hutan utama, laman tersebut menambah bahwa kebakaran juga melanda lebih dari 1.100 hektar lahan di Taman Nasional Bromo, Jawa, yang kini otoritasnya mulai membuka kembali kawasan wisata tersebut setelah api berhasil dipadamkan.

Berita Terkait