inNalar.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Melaunching Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) secara virtual melalui zoom dan YouTube Live Jasa Keuangan (OJK TV).
Launching LPKSI dilakukan pada hari Selasa, 26 April 2022 dengan mengangkat tema “Menjaga Ketahanan Keuangan Syariah dalam Momentum Pemulihan Ekonomi”.
Acara tersebut dihadiri oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida selaku Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Teguh Supangkat selaku Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 OJK dan para pejabat tinggi OJK serta lembaga terkait lainnya.
OJK terus menjaga sinergi dan kolaborasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan RI dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam menyajikan potret industri keuangan syariah pada masa pemulihan ekonomi Nasional.
Seperti yang dikutip inNalar.com dari kanal YouTube Jasa Keuangan (OJK TV) yang berjudul “[LIVE] Peluncuran Buku Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2021” bahwa laporan ini disusun untuk menginformasikan kinerja OJK di sektor keuangan syariah.
“LPKSI ini merupakan laporan tahunan keuangan syariah yang telah disusun sejak tahun 2014 yang menyajikan berbagai informasi tentang pelaksanaan tugas OJK di sektor keuangan syariah yaitu perbankan syariah, industri keuangan non bank syariah, pasar modal syriah serta upaya-upaya dalam rangka meningkatkan literasi, edukasi, perlindungan konsumen, serta riset dalam keuangan syariah”, jelas Teguh Supangkat.
Sektor Jasa Keuangan Syariah Indonesia berhasil torehkan pertumbuhan positif selama pandemi 2021. Hal ini dapat dilihat dari Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia tahun 2021.
“Ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin mengukuhkan posisinya di kancah Internasional, urutan ke-2 Islamic Financial Development Indicator dan urutan ke-4 Global Islamic Economy Indicator”, jelas Wimboh Santoso dalam laporannya.
“Secara statistik aset keuangan syariah Indonesia tumbuh 13,82% (yoy) atau Rp2.050,44 Triliun”, imbuhhnya.
Seperti yang dijelaskan dalam laporannya, nilai kapitalisasi Indeks Saham Syariah Indonesia bertumbuh 19,10% (yoy) di tahun 2021.
“Dapat kami sampaikan juga industri pasar modal syariah menunjukan perkembangan yang positif dilihat dari berbagai inovasi instrumen pasar modal syariah yang mendukung pemulihan kondisi keuangan syariah selama tahun 2021 lalu”, tambahnya.
Dengan adanya laporan tersebut membuat harapan akan peningkatan dan kemajuan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin menjadi lebih baik di kancah Internasional.***