

inNalar.com – Penyesalan akhirnya diungkapkan oleh dr. Elda Putri Rahardini, dokter jebolan beasiswa LPDP yang viral usai menghina seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial.
Pernyataan maaf tersebut disampaikan secara tertulis setelah Elda Putri menuai kecaman publik lantaran memberikan komentar tidak berempati terhadap keluhan pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan.
Sebelumnya, Yurizal membagikan keluh kesahnya di platform Threads karena harus menunggu ketersediaan ruang rawat inap selama sekitar delapan jam.
Keluhan administratif terkait antrean rumah sakit tersebut justru dibalas dengan komentar bernada hinaan oleh akun dr. Elda.
“PP nya kaya orang Have tapi aslinya Haven’t kah? Haven’t some brain cells,” tulis dr. Elda dalam komentarnya di Threads.
Buntut dari insiden tersebut, beredar kabar duka bahwa pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Kendati demikian, otoritas berwenang hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai ada atau tidaknya kaitan langsung antara kelambatan penanganan medis dengan penyebab kematian sang pasien.
Menyadari kesalahannya telah memicu polemik etika profesi, dr. Elda kemudian merilis surat pernyataan permintaan maaf secara resmi pada Selasa (4/8/2026).
“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati,” ujar dr. Elda dalam surat pernyataannya.
Ia juga menyadari bahwa tindakannya telah mencoreng nilai-nilai moral profesi medis yang disandangnya.
“Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Elda menegaskan bahwa teguran dari publik akan menjadi pelajaran penting baginya.
“Saya berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai teguran keras dan pembelajaran seumur hidup agar saya bisa menjadi pribadi dan tenaga medis yang jauh lebih bijak, berempati, dan menjaga tutur kata baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” tambahnya.