Piala Dunia 2022 Dianggap Terlalu Mepet, Bang Bes Sebut Persiapan yang Singkat Akan Pengaruhi Pemain


inNalar.com
– Piala Dunia 2022 yang dalam perjalanannya diwarnai berbagai kontroversi akan segera dimulai tepatnya pada tanggal 20 November 2022.

Selain isu LGBT yang santer diberitakan di berbagai media, faktor lain seperti jarak penginapan jauh dari stadion, suhu, hingga persiapan yang singkat juga menjadi kendala perhelatan Piala Dunia 2022.

Bahkan, Piala Dunia 2022 baru bisa digelar di penghujung tahun karena suhu di Qatar tidak memungkinkan untuk menggelar event tersebut di pertengahan tahun.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Sebelum Brigadir J Tewas Dia disiksa, Begini Katanya

Faktor suhu dan persiapan yang singkat di Piala Dunia 2022 ini akan memberi dampak tersendiri untuk pemain, khususnya bagi tim Eropa yang mungkin faktor iklim ini menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dikuasai.

Masalah waktu persiapan yang singkat juga menjadi tantangan bagi tim-tim yang akan berlaga di Piala Dunia 2022.

Menurut Bayu Eka Sari atau akrab dipanggil Bang Bes, Piala Dunia 2022 adalah piala dunia yang persiapannya paling singkat. Pada Piala Dunia 2014 di Brazil, 2018 di Rusia, persiapan yang dilakukan bisa 1 bulan, 3 minggu, ada Training Center (TC), dan aklimatisasi.

Baca Juga: Jokowi dan Presiden UEA MBZ telah meresmikan Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Surakarta, Jawa Tengah

Bang Bes menilai persiapan itu sekarang tidak mungkin dilakukan. Di Serie A masih ada satu pertandingan yang akan dimainkan akhir pekan ini, sedangkan Piala Dunia 2022 sudah akan mulai minggu depan.

“Jadi, kapan pemain itu akan istirahat? kapan mereka akan coba lupakan sedikit pekerjaan yang di klub dan fokus pada tim nasional?” kata Bang Bes dikutip dari YouTube Rans Entertainment.

Negara-negara yang mencuri start dengan TC itu pasti akan dapat hasil yang lebih baik, sedangkan beberapa negara yang baru saja mengumpulkan pemainnya harus menyiasati kemungkinan ada efek kelelahan dari pemain di liga-liga Eropa agar mendapat hasil baik di Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Ogah Lagi Main Layar Lebar, Mayang: Cukup Jadi Pengalaman Aja, kan Aku juga Kuliah

Biasanya, pelatih dalam mempersiapkan tim melalui teknik microcycle-macrocycle. Microcycle itu mingguan, macrocycle itu bulanan. Mengingat waktu yang semakin singkat, teknik macrocycle sudah pasti tidak mungkin dilakukan.

Bang Bes juga mengatakan bahwa mengenai adaptasi taktik segala macam mungkin setahun belakangan sudah mulai diterapkan. Ia menilai Piala Dunia 2022 sangat pragmatis dari segi taktik.

Tentu, taktik permaianan menjadi hal krusial yang harus dipikirkan oleh pelatih. Khususnya mereka yang melatih tim Eropa agar bisa menuai hasil positif di Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Brada E berpeluang Bebas Atas Kasus Kematian Brigadir J, Berikut Pasal Pendukungnya

Menurut Bang Bes, Benua Biru sudah mengalami pergantian musim dari musim gugur ke musim dingin. Jadi, suhu di sana sudah mulai dingin kemudian langsung pindah ke Qatar yang notabenenya bersuhu panas.  

Proses adaptasi terhadap suhu inilah yang mungkin bisa membuat tim Eropa mengalami kesulitan ketika mereka bermain di waktu sore walaupun sudah digunakan AC di dalam stadion.***

Berita Terkait