Bintang Baru Dicadangkan, Skuad ‘Buangan’ Ajax Justru Menggila di Eropa

inNalar.com – Tidak disangka-sangka skuad ‘buangan’ Ajax justru tampil menggila di Eropa. Padahal pelatih secara mengejutkan mencadangkan deretan rekrutan mahal dan bintang baru!

Ajax sukses mengalahkan Shelbourne 3-1 pada babak Kualifikasi Ketiga UEFA Conference League. Menjelang laga pembuka Eredivisie melawan PEC Zwolle, pelatih Míchel Sánchez rupanya sengaja memberi waktu adaptasi fisik dan taktik untuk pemain baru.

Pelatih Míchel Sánchez secara mengejutkan tidak menurunkan pemain bintang. Malah sebaliknya, tak sedikit pemain Ajax yang diturunkan berlabel buangan.

Di bangku cadangan, ada pemain bintang seperti Marc ter Stegen, Julian Brandt, Marcos Leonardo, hingga Tolu Arokodare. Bek kiri yang baru dibeli seharga 10 juta Euro, Caio Henrique, juga tersisih sementara. Satu-satunya rekrutan baru yang dipercaya tampil sebagai starter hanyalah Daley Blind.

Ajax justru sengaja menurunkan etalage-opstelling atau susunan pemain etalase. Pemain yang masuk daftar jual oleh manajemen Cruijff seperti Owen Wijndal, Anton Gaaei, Kasper Dolberg, dan Mika Godts justru diturunkan dan tampil brilian.

Di posisi sayap, ada Mika Godts. Pemain sayap Belgia ini sejatinya sedang menjadi incaran Paris St. Germain (PSG) dan manajemen Ajax sampai menyewa agen top Jorge Mendes untuk mendongkrak harga jualnya.

Tampil di hadapan 50.000 penonton yang memadati Johan Cruijff Arena, Godts bermain memukau seolah ini adalah laga perpisahannya. Malah, ia sukses mencetak gol pembuka lewat penalti pada menit ke-6.

Penalti itu didapat setelah Godts memamerkan teknik tinggi dan dribble cepat yang memaksa Milan Mbeng melakukan pelanggaran. Godts sebenarnya sempat mendapat penalti kedua, namun sayangnya berhasil ditepis oleh kiper Edward Beach.

Di posisi bek kiri, ada Owen Wijndal. Pemain yang terus mencoba dijual oleh klub selama bertahun-tahun ini justru mencetak gol kedua pada menit ke-22 setelah menerima umpan matang dari Steven Berghuis.

Wijndal tampil solid dan jelas mengungguli bek kiri baru seharga 10 juta Euro, Caio Henrique. Selepas laga, Wijndal melontarkan candaan pepatah Belanda Onkruid vergaat niet yang berarti “Rumput liar tidak akan pernah mati” (sosok yang tak diinginkan justru paling tangguh dan sulit disingkirkan).

Satu lagi di posisi striker adalah Kasper Dolberg. Ia mencetak gol ketiga pada menit ke-50 lewat pergerakan apik atau loopactie. Dolberg sempat diminati Midtjylland, meski rumornya mulai mereda belakangan ini.

Shelbourne sendiri akhirnya cuma bisa mencetak gol hiburan bagi tim tamu pada menit ke-84 lewat sontekan D. Kelly.

Musim ini Ajax benar-benar menunjukkan statistik gila dan dominasi mutlak di lapangan. Penguasaan bola Ajax mencapai 71,3 persen berbanding 28,7 persen milik Shelbourne.

Total tembakan juga sangat jomplang dengan 32 tembakan (11 mengarah ke gawang) milik Ajax, berbanding 3 tembakan (3 ke gawang) milik lawan. Ajax juga mencatatkan 67 sentuhan di kotak penalti lawan berbanding 4, serta mendapat 14 tendangan sudut tanpa balas.

Distribusi umpan Ajax tidak kalah brutal dengan total 720 operan (akurasi 92,9 persen) berbanding 298 operan Shelbourne (akurasi 75,2 persen). Ajax sukses mencetak 386 umpan di sepertiga akhir lapangan, sedangkan lawannya cuma mencatat 25 umpan.

Apakah skuad buangan Ajax ini akan terus memberikan kejutan sampai akhir musim?

Berita Terkait