

inNalar.com – Penyakit Aphasia banyak dicari informasinya karena terkait seorang aktor senior Bruce Willis yang harus pensiun disebabkannya.
Berita tersebut cukup menggemparkan dunia perfilman, yang mendadak harus kehilangan salah satu pemain terbaiknya saat ini.
Hal ini pasti akan membuat kecewa dari kalangan para fans Bruce Willis, tidak hanya pencintanya saja tetapi banyak orang.
Sebagian besar juga penasaran dan ingin mengenal apa itu penyakit Aphasia, yang membuat seorang aktor senior harus berhenti bermain film.
Dikutip inNalar.com dari artikel Portal Jember berjudul Apa itu Aphasia? Simak Gejala dan Cara Mengobati Serta Pencegahan, Penyebab Bruce Willis Pensiun pada Kamis, 31 Maret 2022 ternyata penyakit ini adalah gangguan bicara.
Penderita aphasia atau afasia biasanya keliru dalam memilih, mengartikan kata-kata menjadi sebuah kalimat, bahkan sering menggunakan kata-kata yang tidak dipahami, hanya menggunakan kalimat pendek ketika berbicara.
Baca Juga: Sama-Sama Berdasarkan Hilal, Kenapa Awal Ramadhan 2022 antara Muhammadiyah dan NU Berbeda?
Pada kasus aphasia atau afasia ringan bisa sembuh tanpa pengobatan, tapi jika sudah parah diperlukan terapi bicara atau bahasa. Dukungan keluarga juga penting untuk melatih berbicara penderita ini.
Orang dengan aphasia atau afasia sering kali susah payah menemukan kata yang tepat digunakan. Mereka cenderung menggunakan kata-kata yang salah dan mengubah pengucapannya.
Contohnya, mereka akan mengatakan, “piring pencuci”, padahal yang dimaksud adalah “pencuci piring.” Karena mereka tidak melakukannya dengan sengaja (bahkan tidak menyadarinya), mereka dapat merasa frustasi ketika orang lain tidak memahami apa yang berusaha mereka ungkapkan.
Baca Juga: Sambut Ramadhan 2022 dengan Berbagi 15 Ucapan Penuh Makna, Menyentuh Hati Pembaca
Gangguan ini juga dapat mempengaruhi keterampilan mendengar dan membaca. Namun, ini tidak berdampak apapun terhadap kecerdasan.
Penyebab Aphasia
Afasia dapat berkembang secara bertahap pada orang yang menderita gangguan saraf progresif. Biasanya afasia akan disertai dengan gangguan lain, seperti gangguan daya ingat dan gangguan kesadaran.
Gejala Aphasia
Aphasia atau afasia merupakan tanda dari beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti stroke atau tumor otak. Berikut ini gejala yang mungkin terjadi:
– Berbicara dalam kalimat pendek atau tidak lengkap.
Aphasia
– Berbicara dengan kalimat yang tidak bisa dimengerti atau tidak masuk akal.
– Mengganti satu kata dengan yang lain atau satu suara dengan yang lain.
– Mengucapkan kata-kata yang tidak bisa dikenali.
– Tidak mengerti ucapan orang lain.
– Menulis kalimat yang tidak bisa dimengerti atau tidak masuk akal.
Jika kerusakan otak yang terjadi ringan, afasia biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kasus yang parah, berikut ini pengobatan afasia yang bisa dilakukan:
• Terapi wicara dan bahasa
Bagi pengidap afasia, terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan memulihkan sebanyak mungkin bahasa, mengajarkan cara mengembalikan keterampilan bahasa yang hilang, dan menemukan metode komunikasi lain.
Beberapa jenis obat tertentu juga bisa diberikan dokter untuk mengobati afasia. Obat-obatan yang biasanya diberikan adalah obat yang bekerja untuk meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan kemampuan pemulihan otak, atau membantu menggantikan bahan kimia yang habis di otak (neurotransmitter).
Pencegahan Afasia
Aphasia atau afasia biasanya tidak bisa dicegah. Namun, cara terbaik untuk menghindari afasia adalah dengan mencegah penyebab kerusakan otak, seperti stroke dan menjaga kesehatan otak sebaik mungkin dengan gaya hidup sehat.
Berikut ini gaya hidup sehat untuk mencegah aphasia atau afasia:
– Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
– Berolahraga setiap hari.
– Menjaga berat badan yang sehat.
– Mengurangi asupan alkohol.
– Menjaga kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol tetap normal.
– Berhenti merokok.
– Tidur yang cukup.*** (Nalendra Yogeswara/Portal Jember)