Ini Baru Teman! 3 Cara Terbaik Jadi Tempat Curhat, Nomor Satu Jangan ‘Ember’

inNalar.com – Jika Anda membaca ini, bisa jadi karena seorang teman baru saja datang dan menyatakan kondisinya yang rumit. Istilahnya, curhat. Saat menghadapi kondisi tersebut, Anda mungkin ada di posisi yang tak bisa memberikan solusi atau merasa bingung harus menanggapi dengan cara apa.
 
Mendengar dan menanggapi curhatan orang lain kadangkala memang sangat rumit. Terutama, ketika curhatan tersebut berkaitan erat dengan privasinya atau hal-hal sensitif yang tak mungkin dibicarakan di tempat umum.
 
Maka dari itu, Anda perlu mengerti beberapa hal ini, saran dari berbagai ahli dan sumber yang dilansir inNalar.com. Ia penting untuk menanggapi curhatan seorang teman atau siapa pun dengan cara yang lebih baik.
 
 
1. Jangan sebarkan ke orang lain
Tips ini vital bila Anda merupakan orang pertama didatangi seorang teman yang sedang menghadapi situasi rumit. 
 
Itu berarti Anda adalah orang yang ia percayai. Hal pertama yang harus Anda lakukan, karena itu, adalah tidak mengkhianati kepercayaannya. Caranya: jangan ceritakan siapa pun tanpa seizinnya. 
 
Sekali melanggar hal ini, bisa saja Anda bakal dapat cap tempat mengeluh atau konsultasi yang buruk di matanya
 
2. Tunjukkan simpati pada cerita mereka
Mungkin Anda belum pernah menghadapi masalah serupa yang dihadapi teman Anda. Tapi, Anda bisa membayangkan diri Anda berada di posisinya.
 
Ungkapkan perasaan Anda terhadap masalahnya tanpa menghakimi. Tunjukkan bahwa Anda memahami perasaan dan emosinya saat ini dengan menunjukkan perasaan dan emosi yang sama.
 
3. Jangan menghakimi masalah yang ia hadapi
Bisa saja, masalah yang dihadapi teman Anda adalah buah dari kesalahannya sendiri. Tapi alih-alih menyalahkan dan menghakimi dirinya, Anda bisa mengatakan bahwa apa yang ia rasakan saat ini adalah valid.
 
Bila ia merasa sedih, ia pantas merasa sedih. Bila ia marah, mungkin ada alasan di baliknya. Validasi atas emosi mereka penting agar mereka pun dapat memahami dirinya sendiri yang sedang kalut. Dan mungkin bisa membuat mereka sadar atas kesalahan yang ia lakukan.
 
 
Berikan pendapatmu dengan bahasa yang asertif dan empatik atau tidak sama sekali
Teman Anda mungkin butuh saran. Kalau memang begitu, Anda mesti menyampaikan pendapat dengan cara yang asertif dan empatik. Asertif berarti tegas dan terus terang, tapi tidak dengan cara yang emosional. Sampaikan kalimat Anda dengan cara yang tidak berbelit dan terang. 
 
Namun, sampaikan itu juga dengan posisi yang empatik. Saran Anda mungkin tepat bagi Anda, tapi beri ia pilihan sebab posisinya yang sedang rumit bisa saja menyulitkan ia mengiyakan saran Anda. Hal tersebut harus dipahami.
 
Kalau mereka tak membutuhkan saran, Anda hanya cukup mendengarkan dan membenarkan perasaannya.***

Berita Terkait