

inNalar.com – Publik Tanah Air kini tengah geger, melalui media sosial viral sebuah kasus dugaan penistaan agama.
Promosi miras merek Newport menuai kecaman usai memakai hafalan Surah Ad-Duha di acara festival musik.
“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian,” kata Prof KH Asrorun Niam Sholeh tegas.
Ketua MUI Bidang Fatwa itu menilai tindakan brand miras tersebut tidak dibenarkan secara moral dan agama.
Pihak penyelenggara The Sounds Project marah dan mengecam sponsor tersebut secara terbuka di Instagram.
Mereka tak membenarkan perilaku menjadikan agama sebagai promosi produk Newport ini.
Publik menyoroti secara tajam siapa pemilik merek miras Newport tersebut sebenarnya.
Pemiliknya ternyata berada di bawah naungan perusahaan Orang Tua (OT) Group.
Bisnis raksasa ini sukses dipimpin oleh sosok pengusaha Husain Djojonegoro bersama seluruh anggota keluarganya.
Husain Djojonegoro selalu didukung secara penuh oleh saudara kandungnya dalam bekerja.
Ada sosok Hamid Djojonegoro dan Pudjiono Djojonegoro yang ikut andil mengelola.
Husain Djojonegoro memegang penuh kendali warisan berharga dari tangan Chandra Djojonegoro.
Sementara Hamid Djojonegoro turut melebarkan sayap bisnis ini ke penjuru negeri.
Lalu, Pudjiono Djojonegoro menjadi tokoh kunci dalam perusahaan tersebut.
Produk Newport diproduksi resmi anak usahanya, PT Intitirta Sarimakmur.
PT Beverindo Indah Abadi di bawah Hamid Djojonegoro juga memproduksi varian Newport siap minum.
Dilansir Forbes, kekayaan keluarga Husain Djojonegoro sangatlah fantastis.
Bersama Hamid Djojonegoro, mereka ditaksir memiliki harta US$ 1,33 Miliar.
Dibantu Pudjiono Djojonegoro, kekayaan mencapai Rp 21,5 Triliun berhasil diraih.
Keluarga Husain Djojonegoro menempati daftar 50 orang terkaya di Indonesia.
Hamid Djojonegoro fokus membesarkan skala grup perusahaannya setiap saat.
Pudjiono Djojonegoro juga terus menjaga integritas bisnis keluarga.
Banyak pihak terkejut brand Newport bernaung di dalam konglomerasi bisnis milik Husain Djojonegoro tersebut.
Kasus Newport ini diviralkan pertama kali oleh akun Threads @JARRKOJARR.
Meski Husain Djojonegoro belum bersuara, warganet terus menyorotinya tiada henti.
Nama Hamid Djojonegoro pun kini ikut terseret ke dalam pusaran perhatian masyarakat luas.
Tokoh Pudjiono Djojonegoro namanya juga ikut menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.
Pasalnya, produk dari grup Hamid Djojonegoro masuk golongan B.
Kadar alkoholnya 19,7 persen dan diawasi ketat di Indonesia.
Nama Pudjiono Djojonegoro serta saudaranya terancam gerakan boikot besar.
Bisnis Hamid Djojonegoro dan juga Pudjiono Djojonegoro selalu berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Peran Pudjiono Djojonegoro di dalam perusahaan juga dirasa sangat krusial dan tak tergantikan.
Publik berharap tak ada promosi menyimpang di perusahaan Husain Djojonegoro kelak.
Kasus merek Newport yang viral ini pasti menjadi pelajaran penting untuk semuanya.
Mereka meminta teguran resmi untuk perusahaan tersebut segera diselesaikan tuntas.
Warganet pun terus menunggu Hamid Djojonegoro turun tangan.
Begitu pula langkah Pudjiono Djojonegoro di kemudian hari.