Bernuansa Magis! Salah Satu Desa di Bali Ini Dipenuhi Jasad Manusia, Siapa Berani Kesini?

 

inNalar.com – Berbicara soal Pulau Bali, pasti melekat akan adat istiadat dan kebuadayaan yang kental.

Salah satunya, terdapat suatu desa tua Bali kuno yang bernama Desa Trunyan.

Desa Trunyan merupakan wilayah administratif kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Baca Juga: Aliri Sawah 86.396 ha, Bendungan Tertua di Jabar ini Jadi Saksi Bisu Infrastruktur Zaman Belanda di Indonesia

Desa Trunyan ini terletak di kaki bukit dan dikellingi oleh danau Batur. Akses menuju ke Desa Terunyan ini adalah dengan menyewa perahu motor.

Menggunakan perahu motor dari dermaga Desa Kedisan kalian akan menyeberangi danau Batur Kintamani sekitar 20 hingga 30 menit untuk sampai ke Desa Trunyan.

Di Desa Trunyan ini memiliki nuansa yang magis dan sejumlah tradisi yang unik, salah satunya mengenai penguburan mayat.

Baca Juga: Distrik Paling Modern Pertama di Indonesia Ternyata Ada di Papua! Kehidupannya Serasa di Luar Negeri

Mayoritas warga di Desa Trunyan ini beragama hindu. Namun, berbeda dari umat hindu lainnya mengenai cara pemakamannya.

Biasanya, tata cara penguburan umat hindu pada umumnya yakni melalui ngaben atau pembakaran jasad atau bisa dibilang kremasi.

Namun, di Desa Trunyan ini berbeda. Setiap warga yang meninggal, jasadnya akan diletakkan di bawah pohon kemenyan.

Baca Juga: Cakra Khan Full Senyum Usai Raih 4 Yes di America’s Got Talent, Bikin Bangga Indonesia!

Agar jasadnya tidak bergeser, akan dibuatkan lubang dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 cm.

Hal tersebut dikarenakan kontur tanah di Desa Trunyan ini tidak rata, jadi agar jasad-jasad tersebut tidak bergeser harus dibuatkan lubang.

Jasad-jasad tersebut hanya ditutupi dengan kain dan dikelilingi oleh anyaman yang terbuat dari bambu dan berbentuk prisma yang dinamakan ancak saji.

Uniknya, jasad-jasad tersebut tidak mengeluarkan bau busuk. Tradisi tersebut dinamakan Mepasah.

Selain itu, terdapat kepercayaan warga bahwa setiap satu pohon kemenyan dibawahnya hanya dimakamkan sebelas jenazah saja karena jika melebihi jumlah tersebut dipercaya akan menimbulkan bau.

Jika terdapat jenazah baru, maka tulang belulang jasad lama akan di pindahkan di tempat yang telah tersedia dan akan ditempati oleh jasad baru.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]