

inNalar.com – dr. Zaidul Akbar ahli kesehatan yang selalu berbagi resep atau ramuan bermanfaat, pada kesempatan ini dirinya menjelaskan cara benar dan baik untuk meminum kopi, sehingga bila sesusai ketentuannya maka bisa menurunkan berat badan seseorang.
Di masa sekarang ini dimana olahan makanan banyak dan mudah didapatkan, seringkali menimbulkan masalah kelebihan lemak bagi pecinta kuliner. dr. Zaidul kali ini berbagi tips mengatasinya, cara yaitu dengan meminum kopi.
Namun berbeda dengan cara meminum kopi sebagaimana biasa dilakukan kebanyakan orang, apalagi sebagian kalangan harus bersamaan dengan merokok, tentu bukan begitu yang dimaksud oleh dr. Zaidul Akbar, jelas tidak sama yaitu cukup hanya bubuk hitamnya saja.
Cara meminun kopi yang disarankan oleh dr. Zaidul Akbar yaitu tanpa dicampur dengan gula walaupun sedikit, benar-benar murni hanya berisi cairan hitam tersebut, kandungan kafein itulah yang akan memicu keluarnya insulin, dimana akhirnya seakan-akan tubuh mendapat glukosa.
“Salah satu isi Kopi adalah Kafein (cf) dan salah satu isi temannya yang berasap adalah nikotin (nk), obrolan saya dengan salah satu sahabat saya mengenai dua bahan ini,” tulis dr. Zaidul Akbar seperti dikutip inNalar.com dari akun Instagram miliknya @zaidulakbar pada Rabu, 8 Juni 2022.
dr. Zaidul Akbar sebenarnya mengisahkan pembahasan dirinya dan seorang temannya, yang awalnya dimulai dari pertanyaan mengapa orang penikmat dua hal kafein dan nikotin selalu malas untuk mengisi perut.
Atau sudah merasa kenyang hanya dengan meminum kopi dan merokok, jawabannya sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, keduanya memicu insulin yang seakan-akan tubuh memiliki banyak gulkosa.
Karena insulin sebenarnya digunakan tubuh untuk memasukkan glukosa ke dalam sel, dalam artian secara ringkas jika seseorang ingin mengurangi lemak, juga bisa dengan melakukan cara ini.
“Bahasa mudahnya jika ada kandungan lemak-lemsk yang mau dirontokkan di tubuh, minum saja kopi ( kopi beneran dan tanpa gula) dengan catatan tidak berlebihan dan sesuaikan kondisi tubuhnya,” jelas dr. Zaidul Akbar lagi.
Syarat lainnya yang harus dipenuhi yaitu tentu tidak boleh secara berlebihan, sebenarnya ini adalah prinsip dasar dalam mengkonsumsi segala sesuatu, selama standar normal maka tak ada masalah.
Tetapi ketika sesuatu itu berlebihan maka pasti akan berbahaya, termasuk terlalu banyak mengkonsumsi kopi (kafein) dan rokok (nikotin). Akibatnya tubuh akan terkecoh dan selalu mengira bahwa dirinya sedang memiliki glukosa, maka lama kelamaan sistem tubuh pun kacau.
Jika glukosa yang seharusnya keluar untuk membantu sari makanan masuk ke sel tubuh, tapi ternyata tidak kunjung ada maka ini akan memicu endorfin atau hormon kenikmatan, ini tentu menjadi masalah baru lainnya.
“Jadi ngopi boleh? Ya boleh saja tentunya dengan syarat tidak menjadikannya sebagai syarat untuk hidup bahagia, bahagia itu kalau bisa banyak berbuat baik dan taat perintah Allah SWT,” terang dr. Zaidul Akbar.***