APPI Kritisi Jadwal Kick Off Piala Presiden 2022: Pertandingan Terlalu Malam, Pemain Punya Hutang Tidur

inNalar.com – Asosisasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) baru–baru ini mengkritisi kebijakan jadwal kick off pertandingan Piala Presiden 2022 yang dianggap terlalu malam.

Sebelumnya sempat ramai seruan boikot Indosiar dari warganet karena PSSI dinilai mengorbankan kesehatan pemain demi menaikkan rating tayangan Piala Presiden 2022.

Perlu diketahui bahwa pertandingan Piala Presiden yang berlangsung pada malam hari, waktu kick off dimulai pada pukul 20.30 WIB.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Depok Hari Ini, Selasa 21 Juni 2022: Hujan Sedang di Siang Hari, Berawan di Malam Hari

M. Hardika Aji selaku CEO dari APPI dan dr Maria Lestari selaku APPI Medical Officer, memberikan pendapatnya terkait jadwal kick off yang terlalu malam.

Dilansir inNalar.com dari postingan instagram @appi.official pada 20 Juni 2022, Hardika menyebutkan jika diperlukan pembahasan lebih lanjut terkait masalah ini, karena ada keluhan dari pemain.

“Perlu kajian mendalam terkait bahasan waktu pertandingan, terutama dari sisi kesehatan. Laporan dari pemain mereka mengeluhkan tanding jam yang terlampau larut sehingga baru bisa tidur saat subuh,” ungkap Hardika.

Baca Juga: Langka! Fenomena Parade Langit Subuh Terjadi Pada Awal Bulan Juli 2022, Ini Perkiraan Tanggalnya dari BRIN

Sementara itu, Maria mengatakan bahwa pertandingan pada malam hari berpengaruh terhadap performa pemain saat bermain.

“Pertandingan malam memiliki pengaruh nyata pada kualitas tidur pemain yang pada akhirnya akan mempengaruhi performa bermain,” ujar Maria.

Lebih lanjut Maria mengatakan jadwal Piala Presiden saat malam hari memiliki dampak buruk terhadap pemulihan pemain karena jam tidur menjadi berkurang.

“Pertandingan Piala Presiden 2022 yang dilakukan malam hari membuat pemain akhirnya harus mengkonsumsi kopi atau kafein untuk meningkatkan performa mereka saat bermain,” kata Maria.

Baca Juga: Begini Cara Minum Kopi Menurut dr. Zaidul Akbar, Bisa Turunkan Berat Badan!

Maria juga menjelaskan bahwa ada juga faktor eksternal diluar diri pemain yang dapat mengganggu kesehatan pemain saat bermain malam hari.

“Dampak dari cahaya lampu stadion juga akan mengganggu kualitas tidur pemain, kemudian rutinitas pasca pertandingan seperti kebutuhan medis, makan, hingga konferensi pers juga akan mempengaruhi pemain,” tuturnya.

Maria melanjutkan bahwa pemain harus tidur lebih larut dari jadwal yang seharusnya.

“Jangan lupakan pemain harus melakukan perjalanan kembali ke hotel dari stadion yang tentunya menyita waktu hingga pemain harus tidur di larut malam dan bangun pagi,” lanjutnya.

Baca Juga: 4 Tips Menata Kamar Tidur yang Sempit, Dijamin Menghilangkan Kejenuhan

Menurut Maria, jika pemain melakukan pertandingan pada malam hari selama dua kali dalam satu minggunya, maka pemain memiliki pembatasan tidur berulang yang menyebabkan pemain harus memiliki hutang tidur.

Setiap pemain yang memiliki hutang tidur maka secara tidak langsung akan menurunkan performa mereka di lapangan.

Selain itu Maria juga mengungkapkan fakta dari suatu hasil penelitian, bahwa pemain sepakbola sebesar 90 persen menunjukkan kualitas tidur yang lebih buruk ketika selesai melakoni pertandingan di malam hari.

Kedepannya PSSI dan operator terkait yang bertugas menyelenggarakan event sepak bola perlu mempertimbangkan aspek kesehatan pemain.***

Berita Terkait