Rektor ITK Budi Santosa Sebut Mahasiswi Berhijab Mirip Penutup Kepala Manusia Gurun, Warganet: Rasis!


inNalar.com
– Budi Santoso Purwokartiko seorang profesor sekaligus Rektor ITK (Institut Teknologi Kalimantan), ia diduga melakukan ujaran bernada rasis dengan menyebut mahasiswi yang menutupi kepalanya sebagai ala manusia gurun.

Sontak pernyataan yang diposting pada Rabu, 27 April 2022 di akun media sosial pribadinya yaitu Facebook, mengundang kontroversial di dunia maya, warganet bahkan menyebut hal itu mengarah ke rasisme.

Sebenarnya pernyataan Profesor Budi Santoso Purwokartiko itu merupakan bagian dari kisah pengalaman dirinya ketika menyeleksi bantuan beasiswa LPDP kepada calon mahasiswa yang mendaftarkan diri.

Baca Juga: Bumbu Opor Ayam untuk Pemula, Menu Idul Fitri 2022 yang Cocok Disantap Bersama Keluarga Tercinta

Profesor yang juga sekaligus sebagai Rektor ITK itu mewawancarai beberapa orang pendaftar yang akan melanjutkan belajar di luar negeri, menurutnya calon penerima beasiswa LPDP luar biasa dan pintar serta tidak suka melakukan demo.

Mahasiswa yang dijumpai Budi Santoso Purwokartiko adalah pelajar dengan IP luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8 dan 3.9. Bahasa Inggrisnya lancar memiliki nilai IELTS 8 , 8.5 hingga 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145 dan ada yang 150 jauh di atas syarat minimum 100.

Profesor yang sekaligus rektor ITK itu juga menyebutkan bahwa anak-anak muda yang ditemuinya aktif di organisasi kemahasiswaan, sosial kemasyarakatan dan asisten laboratorium atau dosen. Semuanya berbicara tentang hal-hal yang membumi.

Baca Juga: Link Live Streaming Trans7 MotoGP Spanyol 2022, Minggu 1 Mei 2022, Race Mulai Pukul 19.00 WIB

Mulai dari apa cita-citanya, minatnya, usaha-usaha untuk mendukung keinginannya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dan sebagainya. Sebaliknya orang-orang tersebut tidak mengatakan tentang langit atau kehidupan setelah kematian.

Dikutip inNalar.com dari artikel Cerdik Indonesia berjudul “Rektor ITK Prof Budi Santoso Purwokartiko Sebut Mahasiswi Menutup Kepala Ala Manusia Gurun, Netizen: Rasis!” pada Sabtu, 30 April 2022 dari kalimat itu mulai muncul yang menyinggung.

Pilihan kata-kata yang terdengar dari ucapan para mahasiswa tersebut juga jauh dari bahasa langit seperti insyaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya. Generasi inilah yang merupakan bonus demografi dan akan mengisi posisi-posisi di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun
mendatang.

Baca Juga: Cerita Mudik Idul Fitri 2022: Mulai Speed Boat Jadi Primadona hingga Ongkos Menjadi Mahal

“Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14 ada 2 tidak hadir. Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa Barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi.” Ujar Budi Santoso Purwokartiko.

Hal tersebut menuai banyak kecaman dari netizen di media sosial dan menganggap pernyataan Rektor ITK itu adalah rasis.

“Dia pewawancara/team seleksi LPDP @LPDP_RI, sudah berapa banyak siswi berjilbab atau siswa yg islami yg pinter yg harusnya mendapatkan beasiswa disingkirkan oleh dia?! Kalau di negara barat, yg rasis terbuka begini sudah langsung dipecat.”, cuit pengguna Twitter @RPPang**.

Baca Juga: Resep Bumbu Rendang Padang Istimewa Khas Minang, Cocok Buat Menu Idul Fitri 2022 Disantap Bersama Keluarga

“kenapa Pewawancara yang bernama Budi Santosa Purwokartiko ini begitu Rasis kepada Islam? Apakah kebijakan LPDP memang rasis kepada muslim/muslimah yang taat?”, cuit pengguna Twitter lain @azw***.

Hingga artikel berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan maupun pihak ITK dan LPDP.***(Raqsan Jani /Cerdik Indonesia) 

Berita Terkait