

inNalar.com- Terdapat peristiwa penting di Indonesia yang terjadi pada tanggal 15 Januari. Momen itu tercatat dalam sejarah dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Dharma Samudera.
Hari Dharma Samudera diperingati untuk mengenang sejarah 15 Januari 1962, di mana pada saat itu terjadi peristiwa heroik Angkatan laut Indonesia yang dikenal Pertempuran Laut Aru.
Artikel ini berisi beberapa informasi terkait Hari Dharma Samudera, bagi Anda yang ingin mengetahui penjelasan tersebut bisa menyimak artikel ini sampai tuntas.
Sejarah Hari Dharma Samudera
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Asahan pada Sabtu (14/01/2023), Hari Dharma Samudera menjadi hari penting nasional yang diperingati untuk mengenang sejarah Pertempuran Laut Aru. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 15 Januari 1962.
Pada saat itu Tentara Indonesia bertempur melawan Belanda untuk membebaskan Irian Barat pada tanggal 15 Januari 1962 di Perairan Maluku.
Pertempuran antara Tentara Indonesia melawan Belanda menjadi sejarah penting bagi Angkatan Laut Indonesia.
Para pelaut yang terlibat dalam perang ini melakukan aksi heroik untuk menyelamatkan tanah air dari Belanda di bawah komando Komodor Yos Sudarso.
Apa yang Memicu Pertempuran Laut Aru?
Masih merujuk dari sumber yang sama, perang ini terjadi karena Belanda melanggar perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) dan tidak mau menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
Hal itu membuat Indonesia mulai melancarkan operasi senyap atau operasi gerilya dengan mengirimkan pasukan ke Irian Barat.
Sebanyak tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dikerahkan dalam operasi rahasia untuk mengintai kekuatan armada Belanda yang ada disekitar Irian Barat.
Kapal tersebut yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau.
Misi rahasia itu diberi nama STC-9 (Satuan Tugas Khusus 9 Januari) yang dipimpin oleh Sudomo.
Saat menjalankan misinya tepatnya pada tanggal 15 Januari 1962, ketiga kapal RI tersebut semakin dekat ke Irian, namun sayangnya diketahui oleh Belanda.
Perang antara Tentara Indonesia dan Belanda pun terjadi dan mengakibatkan Komodor Yos Sudarso dan awak kapal yang berada di KRI Macan Tutul menjadi korban, sedangkan KRI Harimau dan Macan Kumbang selamat.
Pasca peristiwa itu, pertempuran laut antara Indonesia dan Belanda tidak pernah terjadi lagi karena masyarakat Irian Barat memilih bergabung dengan Indonesia.
Pertempuran di Laut Aru tersebut kemudian menjadi peristiwa heroik yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Lumbung Beras Nasional, Ganjar Pranowo: Kita Terus Upayakan Berasnya Tidak Impor
***