Bisa Sumbang Negara Rp4,8 Triliun, Proyek EOR Lapangan Minyak di Riau Ini Serap Investasi Jumbo yang Disetujui SKK Migas

inNalar.com – Suatu kegembiraan tersendiri bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) lantaran usulan pengembangan lapangan minyak di Riau berteknologi khusus yang bernilai fantastis ini tapak semakin nyata.

Dengan terbukanya keran proyek bernilai Rp3,7 triliun, itu berarti multiplier effect dari Proyek Steamflood EOR di Rantaubais ini akan semakin signifikan perkembangannya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa kebutuhan dana fantastis tersebut akan digunakan untuk aktivitas pengeboran sumur dan pembangunan fasilitas produksi uap panas atau yang disebut dengan steam station.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dana Rp130 Miliar, Stadion di Sumatera Barat yang Dulunya Mangkrak Ini Bakal Dilanjut 2024

Alokasi dana yang terakhir tentunya berkaitan dengan pemutakhiran fasilitas produksi yang ada di Rantaubais, khususnya saat realisasi pengembangan tahap – 1.

Sebagai informasi, SKK Migas dikabarkan telah menyetujui Proyek Enhanced Oil Recovery atau EOR dengan metode khusus yang dikelola PHR pada 1 Desember 2023.

Benny Lubiantara selaku Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas mengungkap alasan mengapa momen ini menjadi begitu penting bagi perseroan.

Baca Juga: Terdeteksi Rugikan Negara Rp439 Miliar, Dugaan Tindakan Korupsi Dana Pengadaan Lahan Megaproyek Bendungan di Lampung Ini Terungkap

Menurutnya, dengan adanya persetujuan ini, itu berarti Rantaubais bakal menjadi lapangan minyak kedua di Indonesia yang menerapkan teknik EOR dengan metode Steamflood.

Adapun penerapan sistem Steamflood EOR ini terakhir diaplikasikan pada tahun 1995, tepatnya di Lapangan Duri.

Ditambah lagi, dengan disetujuinya penerapan Steamflood EOR di lapangan minyak yang berbasis di Riau ini juga menandakan bahwa proyek ini akan menjadi EOR komersial pertama yang seluruhnya dikontrol oleh PHR.

Baca Juga: Terdeteksi Rugikan Negara Rp439 Miliar, Dugaan Tindakan Korupsi Dana Pengadaan Lahan Megaproyek Bendungan di Lampung Ini Terungkap

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya pihak yang menjadi operator proyek ini adalah Caltex atau Chevron.

Niat mulianya dari penerapan Steamflood EOR ini pada dasarnya adalah adanya keinginan untuk mengembangkan Lapangan Rantaubais tahap – 1 agar bisa meningkatkan potensi cadangan minyak tambahan.

Peningkatannya pun tidak main-main, disebutkan oleh Benny bahwa pengembangannya bisa meningkatkan potensi simpanannya hingga 11 juta barrel.

Baca Juga: Daftar Pemain Unggulan Malaysia Open 2024: Indonesia Masih Digdaya, Fajar-Rian Sebatang Kara

Adapun produksi hariannya diproyeksikan mencapai 5.500 barrel minyak per hari (BpH).

Tentu dengan potensi besar dari proyek ini, PHR pun juga diramalkan mampu menyumbangkan pendapatannya ke negara mencapai Rp4,8 triliun.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa euforia proyek ini bukan hanya ditujukan untuk upaya meningkatkan kapasitas produksi minyaknya saja.

Baca Juga: Diguyur Anggaran Rp420 Miliar, RSUP dr Ben Mboi di Kupang Resmi Berdiri dengan Fasilitas Super Modern, Termegah se-NTT?

Bukan pula hanya difokuskan pada ambisi investasi dan pendapatannya saja, tetapi adanya harapan multiplier effects yang mengikutinya,

Harapannya dampak perluasan ekonomi skala nasional ikut terpengaruh berkat implementasi metode Steamflood EOR ini.

Sebagai informasi tambahan, EOR merupakan serangkaian teknik yang digunakan suatu perusahaan berbasis energi untuk meningkatkan jumlah produksi minyak yang bisa dipulihkan dari reservoir minyaknya.

Baca Juga: Keruk Biaya Rp49 Miliar, Jembatan di Jawa Barat Ini Lakukan Uji Coba Beban Pakai 9 Truk Berbobot 180 Ton, Resmi Dibuka Kapan?

Sementara Steamflood adalah salah satu dari penerapan metode EOR yang niat utamanya digunakan untuk mempermudah teknis pengangkatan minyak berat.

Caranya adalah dengan menginjeksikan uap panas ke dalam reservoir. Adapun uap panas tersebut fungsinya adalah untuk mengurangi viskositas (tingkat kekentalan) minyak.

Dengan penerapan metode ini, diharapkan produk energi vital yang satu ini akan lebih mudah diangkat ke permukaan menggunakan pompa.

Baca Juga: Kucurkan Investasi Rp2,75 Triliun, Megaproyek Tambang yang Baru Berusia 5 Tahun Ini Bakal Sumbang 110 Ribu Ton Tembaga per Tahun

Dengan demikian, muaranya adalah ada kemungkinan yang lebih tinggi untuk meningkatkan jumlah minyak yang bisa dipulihkan.

Rekomendasi