Rugikan Negara Rp463 Miliar, Megaproyek Presiden RI Ke-6 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat Ini Mangkrak Sia-sia

inNalar.com – Megaproyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, serta Sekolah (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinilai mangkrak sia-sia.

Proyek yang terhitung menghabiskan anggaran dana triliunan rupiah tersebut pembangunannya terpaksa harus dihentikan akibat beberapa hal.

Dikutip dari laman web ANTARA, pada 15, Februari 2024 disebutkan bahwa kondisi tanah proyek terindikasi selalu alami kelongsoran.

Baca Juga: Kuras Rp43,802 Miliar, Proyek Revitalisasi Bendungan di Jawa Barat Ini Diramalkan Mampu Tangkal Banjir hingga 73 Persen

Tentu saja, dengan kondisi tersebut, proyek yang telah menelan dana triliunan rupiah itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilanjutkan.

Adapun alasan lain yang menjadikan Proyek Hambalang di Kabupaten Bogor itu harus dihentikan dengan sesegera mungkin.

Berdasarkan informasi penelusuran, proyek yang digagas era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu hingga kini masih terpantau mangkrak.

Baca Juga: Sedot APBN Rp4,28 Triliun, Proyek Bandara Elit di Kalimantan Timur Ini Bakal Beroperasi pada Agustus 2024

Setidaknya, negara harus menanggung kerugian sekitar Rp463 miliar akibat mangkraknya proyek di Bukit Hambalang, Jawa Barat itu.

Dikonfirmasi oleh KPK, bahwa dalam perjalanan megaproyek triliunan rupiah itu terdapat tindak pidana korupsi dari sejumlah politisi.

Setidaknya, ada beberapa nama yang ikut terseret dalam kasus mega korupsi proyek Hambalang.

Baca Juga: Digagas Sejak 1922, Waduk di Jawa Barat Ini Dulu Tenggelamkan 20 Desa di Purwakarta, Kini Jadi Penyokong Listrik Surya Terbesar se-ASEAN

Diantaranya, adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kemudian mantan Kemenpora Andi Mallarangeng.

Adapula nama Muhammad Nazaruddin, yang merupakan mantan Bendahara Partai Demokrat, serta Angelina Sondakh.

Megaproyek Hambalang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebelumnya telah memperoleh izin resmi dari Bupati Bogor pada bulan Juli 2004 silam.

Baca Juga: Catatkan Sejarah Kelam Pada 1997, Jembatan Gantung di Jawa Barat Ini Bikin 25 Ribu Warga Pelosok Sumedang Tak Lagi Terhalang Ganasnya Sungai Cikandung

Adapun luasnya, diketahui kurang lebih sekitar 30 hektar, yang diatasnamakan
Dirjen Olahraga Departemen Pendidikan Nasional.

Seiring berjalanannya waktu, beberapa bangunan yang telah direncanakan pun telah berdiri dengan megahnya.

Namun sayang, beberapa hal terkait kondisi tanah dan kasus-kasus korupsi menyebabkan megaproyek dengan nilai triliunan rupiah itu harus terhenti.***

Baca Juga: Miliki Panjang 243 M, Jembatan Gantung di Sukabumi, Jawa Barat Jadi Jembatan Terpanjang se-Asia Tenggara

 

Rekomendasi