

Meski menepis kekhawatiran tersebut, Trump membenarkan laporan bahwa Abraham Lincoln dijadwalkan untuk digantikan oleh kapal induk lain.
Pergantian armada ini terjadi di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz serta program nuklir negara tersebut.
“Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip,” kata Trump.
Di sisi lain, media AS, termasuk publikasi khusus militer, telah mengutip pernyataan sejumlah kerabat awak kapal mengenai situasi sebenarnya.
Mereka menyebutkan bahwa kondisi kehidupan di Abraham Lincoln telah memburuk, di mana terdapat pula laporan mengenai beberapa upaya bunuh diri.
Merespons situasi tersebut, para politisi dari Partai Demokrat mendesak dilakukannya penyelidikan atas kondisi para personel militer di kapal induk itu.