

Sebagai Direktur, Kezia Roesli diketahui memiliki latar belakang elit. Sebelumnya beliau adalah mantan konsultan manajemen di firma ternama dunia, Deloitte, dan menjabat sebagai profesional Product Operations di Square (Block, Inc.).
Pendidikan top global juga disandangnya dengan meraih gelar MBA dari NYU Stern School of Business, dengan spesialisasi Business Analytics & Strategy.
Sebelumnya, ia menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi Bisnis dari University of California, Los Angeles (UCLA) dan lulus dengan predikat Cum Laude & Dean’s Honors. Di SEFAS, fokus utamanya adalah memimpin transformasi digital dan efisiensi operasional skala besar perusahaan.
Liliek Hartono atau yang akrab disapa Hartono memiliki rekam jejak yang panjang di industri ini. Ia diketahui mendirikan PT Cahaya Samoedera Bersaudara (CSB) yang kemudian dimerger dengan SEFAS pada tahun 2013.
Ia telah memiliki pengalaman mendalam di bisnis pelumas perkapalan (marine) sejak tahun 1990.
Prestasi global yang pernah dicetaknya adalah membawa perusahaannya menjadi distributor Shell Marine terbaik di dunia, sekaligus yang terbesar di Indonesia selama empat tahun berturut-turut yang dimulai sejak 2017.
Direktur Operasional SEFAS Group, Haris Wijono, diketahui memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri Minyak dan Gas (Migas).
Ia pernah berkarir di berbagai perusahaan raksasa energi internasional, termasuk Exxon Mobil Netherlands, Agip Petroli, dan British Petroleum.
Haris merupakan lulusan Diplom-Ingenieur dari HTS Leeuwarden di Belanda, dan tercatat memegang sertifikasi kompetensi di bidang Manajemen Hidrokarbon.
Yulia Trifena mengemban posisi Direktur Finansial dan telah bergabung dengan perusahaan sejak tahun 1998.
Sebelumnya, Yulia berkarir dan mengasah kemampuannya di Divisi Keuangan Modern Group.
Merupakan lulusan Ilmu Keuangan dari Universitas Trisakti pada tahun 1996, Yulia diandalkan perusahaan sebagai ahli dalam manajemen keuangan strategis, yang memastikan operasional SEFAS Group dapat tumbuh secara berkelanjutan.