
inNalar.com – Susi Pudjiastuti memberikan cuitan di akun Twiiternya tentang apa yang dialaminya. Cuitan tersebut menceritakan tentang Pesawat dari maskapainya yaitu Susi Air yang terusir dari Bandara Malinau Robert Atty Bessing. Pengusiran itu dilakukan oleh Satpol PP setempat terkait dengan perpanjangan sewa hanggar.
“Seringkali ada kejutan dalam hari-hari kita. Kejutan hari ini saya dapat video dari anak saya tentang pesawat Susi Air dikeluarkan paksa oleh sekumpulan Satpol PP dari Hanggar Malinau,” cuit Susi Pudjiastuti dalam akun twitter pribadi miliknya @susipudjiastuti pada 2 Februari 2022.
Susi sudah mengajukan perpanjangan sewa hanggar selama 3 bulan, namun
sepertinya hal tersebut tidak terlalu digubris pemerintah setempat. Menurut Susi, pengajuannya acapkali ditolak oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau.
Baca Juga: Pesawat CN-235 Buatan PTDI Dapat Dukungan Penuh Menhan Prabowo, Apa Saja Keunggulannya?
Sepak terjang PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) sebagai maskapai komersil dimulai ketika mereka memegang Sertifikat Operator Udara AOC 135-028. Didirikan pada tahun 2004, Susi Air mulai beroperasi dengan 2 pesawat pada bulan Desember 2004.
Susi pernah mengatakan, awalnya Susi Air tidak diniatkan menjadi maskapai penerbangan. Pada tahun 2001 produksi makanan sedang laut turun drastis. Hal itu menyebabkan ekspor ke Jepang terganggu. Mau tidak mau, Susi harus mengekspornya dengan pesawat.
Penerbangan pertama Susi Air dilakukan atas respon gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan sebagian besar wilayah Medan dan Aceh. Operasi di Medan dimulai pada tanggal 27 Desember 2004. Maskapai Susi difungsikan untuk membantu pengiriman peralatan dan obat-obatan bagi regu penolong.
Sejak itu, 2 pesawat secara permanen berbasis di hanggar Medan untuk menyediakan penerbangan charter organisasi bantuan. Pada tahun 2006 Susi Air mulai mengembangkan rute terjadwal yang berbasis di luar Medan.
Perusahaan telah berkembang secara signifikan di luar Medan juga. Susi Air mengoperasikan 49 armada pesawat yang terdiri dari 32 Cessna Grand Caravan C208B, 9 Pilatus PC-6 Turbo Porter, 3 Piaggio P180 Avanti II, 1 Air Tractor AT802 “Fuel Hauler”, 1 Piper Archer PA-28 dan 1 LET 410 untuk pesawat sayap tetap.
Operasi helikopter dimulai akhir 2009 dengan 1 Agusta Westland Grand A109S dan 1 Agusta Westland Koala A119Ke bergabung dengan armada pada Maret 2010.
Selain Bandara Malinau, Susi Air memiliki 19 basis operasional utama lain, yakni di Medan, Banda Aceh, Padang, Dabo, Bengkulu, Jakarta, Pangandaran, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Kupang, Masamba, Manokwari, Biak, Nabire, Timika, Jayapura, Wamena, dan Merauke. ***