

Saat ini, tim gabungan masih dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga dan mendata kerusakan bangunan.
Otoritas terkait ditugaskan memantau aktivitas seismik secara intensif terutama di utara Pulau Flores.
Dalam kabar terbaru dari BNPB, korban tewas akibat gempa terdata sebanyak 38 orang, sementara ribuan warga yang selamat masih bertahan di pengungsian.
Di tengah upaya penanganan korban, para pengungsi juga dihadapkan dengan tantangan baru yakni potensi ancaman gempa susulan yang diperkirakan memakan waktu hingga berminggu-minggu untuk meluruh.
Kondisi ini memaksa kurang lebih 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri dengan keterbatasan fasilitas di kawasan yang terdampak.