Masuk Top 15 Sekolah Terbaik Eropa, Nasib Sekolah Super Elitnya Monako Ini Berujung ‘Digeser’, Ini Penyebabnya

inNalar.com – Salah satu nasib sekolah terbaik di Eropa ini endingnya cukup unik. Lokasi kampusnya dikabarkan harus ‘bergeser’.

Padahal sekolah elit di negeri Monako ini dinilai berhasil masuk indeks Top 15 sekolah terbaik Eropa.

Berstatus sekolah elit, tempat belajarnya kaum ningrat Monako ini menaungi murid yang asalnya lebih dari 50 ragam negara.

Baca Juga: Cuma Bisa Tampung 160 Siswa, Sekolah di Swiss Ini Punya Dua Program untuk Musim yang Berbeda: Modal Masuknya Bikin Melongo!

Dilihat dari pencapaian akademisnya pun termasuk institusi pendidikan dengan sistem pembelajaran yang mentereng.

Buktinya, 50% dari siswa sekolah mereka yang mengikuti ujian IGCSE skornya berkisar 7 – 9.

Artinya, hasil ujian mereka berhasil masuk ke dalam grade A atau A* dengan predikat memuaskan dan dinilai luar biasa.

Baca Juga: Berusia Nyaris 200 Tahun, Sekolah Elit di Inggris Ini Telah Memiliki 100 Persen Pasokan Energi Terbarukan

Selain dinobatkan sebagai sekolah terbaik di Eropa, sekolah elit di Monako ini berhasil diindeks terbaik secara internasional per 2023.

Menurut hasil assessment Carfax Education, institusi pendidikan terbaiknya Monako ini digadang masuk 125 sekolah swasta terbaik.

Begitu gemilangnya deretan prestasi pendidikan sekolah elit yang dinamakan the International School of Monaco ini.

Baca Juga: Didirikan oleh Raja George IV pada 1829, Sekolah Elit di Inggris Ini 25 Persen Muridnya Lanjutkan Studi ke Oxford

Lantas, apa penyebab sekolah elit kaum aristokratnya Monako ini sampai harus ‘digeser’ alias berpindah lokasi?

Daya tampung terkini siswa sekolah terbaik Eropa ini mencapai 800 murid yang berasal dari usia 3 hingga 18 tahun, ini bisa menjadi salah satu alasannya.

Namun terdapat alasan lain yang lebih krusial daripada itu. Sekolah elit di Monako ini pindah lokasi lantaran kampusnya akan ditempatkan di lahan yang lebih luas.

Baca Juga: 4 Sekolah Termahal di Dunia, Para Siswanya Sampai Difasilitasi Ipad dan Macbook

Fasilitas kampusnya pun akan jauh lebih modern ketimbang bangunan yang sekarang.

Perpindahan lokasinya diketahui akan bergeser menuju kawasan Larvotto, sebelah timur Monako.

Perpindahan kampus elit the International School of Monaco ini akan mulai dilakukan pada musim panas 2024.

Baca Juga: Arsip Sejarah Sekolah Internasional di Jerman Ini Terurai Lebih dari 140 meter: Dahulu Ditutup Paksa, tapi…

Para siswa akan bersiap dibuat tercengang dengan fasilitas olahraga yang semakin kinclong.

“Kampus ini akan pindah ke fasilitas yang lebih luas dan modern di wilayah Larvotto di timur Monaco pada musim panas 2024,” dikutip inNalar.com dari laman resminya.

Lokasi kampus terbaru mereka digadang akan lebih canggih dan memukau. Diprediksi akan tuntas pada Agustus 2024.

Motivasi utama sekolah terbaik Monako di Eropa ini di-upgrade kembali adalah demi membahagiakan siswa.

Sebagai informasi pula, sekolah internasional ini pun menggunakan basis pembelajaran bilingual.

Bahasa yang menjadi pengantar belajarnya ada dua, yaitu Bahasa Inggris dan Perancis.

Pembelajaran multibahasa akan mulai digembleng pada grade ke-7 hingga grade ke-12.

Adapun bayaran sekolah bagi siswa non-asrama sebesar $27,000 hingga $34,000.

Apabila dikonversi ke rupiah, maka nominalnya berkisar dari Rp439,5 juta sampai dengan Rp553,4 juta.

Sedikit bocoran, the International school of Monaco ini dikelola oleh mantan kepala sekolah elit di Amman, Yordania.

Namanya adalah Stuart Bryan. Kini ia menjabat sebagai direktur sekolah elit Monako ini.

Karir sebelumnya, ia sempat mengelola sebuah sekolah berbasis Baccalaureate di Amman selama lebih dari 10 tahun.

Kemudian ia pun diketahui merupakan seorang pejabat senior pendidik di sekolah internasional Sha Tin College Hongkong.

Ia juga sempat mengampu sekolah British School of Brusseles dan Dulwich College di Shanghai.***

Rekomendasi