

inNalar.com – Kota Palembang adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi daerah terbesar kedua di Pulau ini.
Kota Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara.
Maka dari itu, tak heran bila banyak terdapat peninggalan sejarah Sriwijaya di daerah ini.
Berbagai peninggalan sejarah tersebut tentunya bisa menjadi objek wisata yang menarik.
Maka dari itu, dibentuk sejumlah museum untuk memamerkan berbagai peninggalan sejarah di Palembang.
Namun, tak hanya wisata sejarah dan budayanya saja yang patut untuk diapresiasi.
Di Kota Palembang terdapat objek wisata alam yang menjadi primadona.
Wisata alam di Palembang ini berupa kawasan hutan pinus yang dikenal dengan nama Taman Punti Kayu.
Lokasinya berada di Jl. Kolonel H. Barlian, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Malang Rasa Switzerland, Restoran Estetik di Jawa Timur Ini Suguhkan Vibes Pedesaan Klasik Eropa
Biasanya letak dari suatu objek wisata alam jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Namun, berbeda dengan Taman Punti Kayu yang letaknya strategis di tengah kota Palembang.
Bersumber dari kanal Youtube Refzqi Safei, akan dibahas mengenai Taman Punti Kayu.
Untuk harga tiket masuk per orang pada hari kerja adalah Rp25 ribu per orang.
Namun, untuk weekend harga tiket masuknya sebesar Rp30 ribu per orang.
Harga tersebut diluar tiket parkir dimana untuk motor Rp5 ribu dan untuk mobil Rp10 ribu.
Memasuki kawasan wisata ini, terlihat banyak pepohonan pinus yang menyambut kita.
Suasana di taman ini sangat indah dan asri membuat kita nyaman dan tenang berada di sini.
Di sana, banyak terdapat gazebo untuk menikmati suasan taman hutan pinus ini.
Baca Juga: 7 Library Cafe Instagrammable di Jakarta yang Cocok Jadi Tempat Nongkrong Anak Bookworm
Selain itu, terdapat banyak fasilitas yang bisa kalian coba diantaranya flying fox, taman bermain, miniatur 7 keajaiban dunia, landmark dunia, danau, waterpark, offroad, dan berbagai hiburan lainnya.
Di Taman Punti Kayu juga dapat ditemui berbagai satwa seperti domba, monyet, dan burung.
Jangan khawatir, di kawasan ini terdapat kios-kios makanan dan minuman yang bisa kalian coba.
Taman Punti Kayu buka setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 19.00 WIB.
Berbicara mengenai sejarahnya, taman ini pernah dikenal dengan nama Taman Sari atau Taman Syailendra.
hutan Punti Kayu pada masa pemerintahan Belanda dinamakan Erpacht Punti Register 51 dan ditetapkan sebagai hutan konservasi pada tahun 1937.
Kemudian, taman Punti Kayu ditata batas ulang pada tahun 1982 dengan luas 50 ha.
Pada tahun 1985, Hutan Punti Kayu dijadikan sebagai hutan percobaan pinus yang kemudian diubah fungsinya menjadi hutan wisata.
Hutan wisata Punti Kayu ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam (TWA) dengan luas 50 hektar.
Itulah ulasan mengenai hutan Punti Kayu di tengah kota Palembang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi