

inNalar.com – Buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 51 bab 2.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 51 bab 2, terbitan Kemdikbud Ristek yakni mengenai Jurnal Membaca.
Jurnal membaca ini bertujuan untuk melatih literasi, membangun kebiasaan membaca sejak dini, serta mengasah kemampuan daya ingat dan pemahaman teks atau reading comprehension anak terhadap suatu cerita.
Melalui pengisian jurnal harian ini, siswa akan diajak belajar memahami setiap alur cerita yang terdiri dari awal atau orientasi, tengah atau komplikasi, dan akhir atau resolusi cerita.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas membaca buku cerita yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 3, siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 3 ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Berikut latihan soal Bahasa Indonesia kelas 3 halaman 51 : Jurnal Membaca, dilengkapi jawabannya!
Jurnal Membaca
Judul Buku: Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara
Nama Penulis: Suyitman
Nama Ilustrator: Muhammad Ali Sofi
Judul Cerita Pendek: Raja Cendol
Ringkasan Alur Cerita:
Bagian Awal:
Kisah dibuka dengan suasana tegang ketika seorang kesatria berkuda yang sedang diburu menitipkan bungkusan berisi bayi kepada Pak Eku.
Kesatria tersebut meletakkan sang bayi di balik semak-semak dan langsung bergegas pergi untuk memancing pasukan yang mengejarnya, tanpa sempat memberikan penjelasan apa pun kepada Pak Eku.
Bagian Tengah:
Seiring berjalannya waktu, bayi yang diberi nama Ranu tersebut tumbuh besar. Namun, hal ini justru membuat Pak Eku dilanda kecemasan.
Ia menyadari bahwa suatu hari nanti Ranu harus dikembalikan kepada keluarga kandungnya, tetapi ia kebingungan karena tidak memiliki petunjuk sama sekali akibat kepergian kesatria yang mendadak.
Bagian Akhir:
Cerita ditutup dengan momen penuh haru. Pak Eku meneteskan air mata bahagia dan kebanggaan melihat Ranu yang kini telah diangkat menjadi seorang putra mahkota.
Terlepas dari status sosialnya yang baru, kepribadian Ranu tidak berubah sedikit pun; ia tetap membumi dan bersikap rendah hati layaknya seorang penjual cendol yang selama ini Pak Eku kenal.
*) Disclaimer:
Seluruh materi dan kunci jawaban yang disajikan oleh inNalar.com ditujukan kepada orang tua atau wali sebagai panduan dalam mendampingi proses belajar anak.
Siswa diwajibkan untuk mengerjakan soal secara mandiri. Kunci jawaban di dalam artikel ini sebaiknya hanya digunakan untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.