
inNalar.com – Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 akan menyajikan Prancis vs Inggris. Laga penuh gengsi ini dijadwalkan kickoff pada Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB dan menjadi penutup manis kiprah kedua tim di Piala Dunia 2026.
Bagi jutaan penggemar sepak bola di tanah air, kabar baiknya adalah pertandingan ini bisa disaksikan secara GRATIS. Lantas, bagaimana cara nonton laga Prancis vs Inggris secara gratis dan siapa yang lebih diunggulkan dalam pertandingan ini?
Simak panduan lengkap, prediksi skor, hingga analisis statistik mendalam di bawah ini.
Seluruh masyarakat Indonesia dapat menyaksikan siaran langsung pertandingan Prancis vs Inggris secara gratis. TVRI bertindak sebagai pemegang hak siar free-to-air (FTA) Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Anda tidak perlu berlangganan platform berbayar. Cukup pastikan televisi Anda dapat menerima siaran TV digital. Berikut adalah panduan mudahnya:
Pastikan TV digital Anda telah terhubung ke antena luar atau dalam.
Masuk ke menu Pengaturan (Settings) pada TV Anda.
Pilih menu Channel atau Broadcasting.
Jalankan fitur Auto Scan atau Pencarian Otomatis.
Setelah proses pencarian selesai, kanal TVRI Nasional atau TVRI Sport akan muncul dan siap digunakan untuk menyaksikan pertandingan.
Bagi pengguna TV analog yang belum mendukung siaran digital, Anda masih bisa menonton dengan bantuan Set Top Box (STB).
Pastikan televisi terhubung dengan antena.
Hubungkan perangkat STB ke televisi menggunakan kabel RCA (Merah, Kuning, Putih) atau HDMI.
Sambungkan kabel antena ke port ANT-IN yang berada di bagian belakang STB.
Nyalakan STB dan lakukan pengaturan awal pada layar TV.
Pilih menu Pencarian Otomatis (Auto Scan) dan tunggu hingga seluruh saluran digital, termasuk TVRI, tersimpan di perangkat Anda.
Anda juga dapat mengakses layanan link live streaming laga Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026 via tautan ini: LINK
Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 seringkali menghasilkan pertandingan sengit dengan banyak gol. Melansir Aljazeera, berikut adalah proyeksi hasil akhir pertandingan berdasarkan analisis pakar:
| Prediksi Skor Akhir | Probabilitas | Keterangan |
|---|---|---|
| Seri 1-1 | 12% | Probabilitas tertinggi dari analis |
| Prancis Menang 2-1 | 11% | Skenario kemenangan tipis yang paling masuk akal. |
| Seri 2-2 | 9% | Sesuai tren sejarah laga perebutan tempat ketiga (hujan gol). |
| Inggris Menang 2-1 | 8% | Peluang terbaik Inggris jika mampu bangkit. |
| Prancis Menang 3-1 | 7% | Prediksi rapuhnya pertahanan Inggris. |
Berdasarkan tabel di atas, meskipun hasil imbang di waktu normal cukup diunggulkan, Prancis memiliki probabilitas yang sedikit lebih baik untuk keluar sebagai pemenang jika laga diselesaikan dalam 90 menit.

Jika kita membedah statistik sepanjang Piala Dunia 2026 ini, terdapat perbedaan mencolok terkait kualitas permainan Prancis dan Inggris.
Meski Les Bleus gagal melaju ke final usai dijegal Spanyol, Prancis sejatinya adalah “raja statistik ofensif” di turnamen ini.
Skuad asuhan Didier Deschamps memimpin turnamen dengan nilai Expected Goals (xG) mencapai 14.6. Mereka juga mendominasi dengan rata-rata tembakan tepat sasaran per laga (7.1) dan berhasil menciptakan 27 peluang emas.
Sebaliknya, The Three Lions berhasil mencapai babak semifinal dengan rekor pertahanan yang sangat buruk. Inggris tercatat sudah kebobolan 8 gol sepanjang turnamen.
Tragisnya, mereka hanya mampu mencetak dua clean sheet, dan itu pun diraih saat melawan tim non-unggulan, yakni Ghana dan Panama.
Kegagalan Inggris di semifinal melawan Argentina tidak hanya menyisakan luka kekalahan, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam terhadap sang manajer, Thomas Tuchel.
Tuchel dituduh mengulangi “dosa lama” timnas Inggris dengan menerapkan taktik dan pergantian pemain yang terlalu defensif setelah sempat unggul 1-0.
Kritik paling keras datang dari mantan kapten sekaligus legenda Inggris, Gary Lineker. Ia secara tajam mempertanyakan kapasitas manajerial Tuchel.
Menurut Lineker, taktik Tuchel justru mengundang tekanan dan menunjukkan mentalitas yang ciut di lapangan. Pola tersebut sering dikaitkan dengan era Gareth Southgate.
Laga melawan Prancis ini menjadi pembuktian krusial bagi Tuchel untuk meredam kritik dari publik.