

inNalar.com – Suku Banjar memang punya banyak nilai keluhuran yang tak lekang oleh waktu dan gempuran zaman.
Petuah-petuah suku Banjar masih bisa dirasakan manfaatnya hingga kini, jika kamu mau melaksanakan prinsip hidup yang sudah turun-temurun, tentunya sangat banyak.
Terutama saat Islam masuk ke Kalimantan dan berdiri Kesultanan Banjar yang memuat nilai-nilai agama Islam dan menyebabkan kebudayaan suku Banjar makin beragam.
Dikutip inNalar.com dari buku Sejarah Kesultanan dan Budaya Banjar yang ditulis Sahriansyah tahun 2015 menyatakan orang Banjar juga punya kebiasaan buruk, namun mereka memiliki prinsip hidup turun-temurun yang bagus untuk dipelajari.
1. Prinsip Pertama, yakni baiman
Baiman mengajarkan orang Banjar untuk meyakini adanya Tuhan/Allah , mengimani rukun Islam dan rukun iman dan mempercayai bahwa Allah telah menentukan segala sesuatunya.
2. Prinsip Kedua, bauntung
Bauntung mengajarkan bahwa orang Banjar harus mempunyai keterampilan hidup. Tidak menunda-nunda pekerjaan dan memiliki keterampilan hidup untuk mandiri adalah hal penting dan merupakan prinsip orang Banjar yang patut dicontoh.
Baca Juga: Lenyapkan Dana Fantastis Rp30,8 Triliun, Tol di Bengkulu Ini Bakal Menembus Perut Bukit, Bisa Tebak?
Misalnya orang Banjar yang ada di Kelua sedari kecil diajari menjahit, orang Amuntai punya keahlian membuat lemari, orang Alabio punya keahlian sebagai pedagang kain, dan orang Negara punya keahlian sebagai pedagang emas.
3. Prinsip ketiga, batuah
Batuah mengajarkan orang Banjar untuk hidup bermanfaat dan memberikan berkah kepada sesama dan kehidupan. Agar Batuah bisa tercapai, maka orang Banjar harus memiliki iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, dan beramal kebajikan.
4. Prinsip keempat, cangkal
Cangkal berarti ulet dan rajin dalam bekerja. Pada zaman dahulu suku Banjar terkenal dengan kehidupan rantauan di negeri orang, petuah orang tua saat itu menuntut anaknya untuk berperilaku cangkal atau ulet dan rajin, agar cita-cita dapat tercapai dan hidup di negeri orang dapat selamat.
5. Prinsip baik tingkah laku
Aktif beribadah dan menjaga spiritualitas batin juga diimbangi dengan tingkah laku yang baik, hal ini diyakini orang Banjar sebagai keharusan untuk beradaptasi di lingkungan di mana mereka berada.
6. Prinsip bersikap qana’ah
Ajaran orang tua dalam suku Banjar bersikap qana’ah juga diiringi dengan pasrah dimana selagi muda kebiasaan bekerja keras dengan tujuan menggapai cita-cita, lalu saat sudah berhasil dan sudah beranjak tua mereka meluangkan waktu untuk bersantai dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
Selain itu, prinsip keenam orang Banjar di masa tua juga dapat berguna agar mereka dapat mengisi waktu lebih banyak dengan anak cucu di masa tua, sehingga meskipun kegiatan bekerja sudah lebih berkurang mereka tetap memasrahkan dirinya kepada Tuhan.
7. Prinsip haram manyarah dan waja sampai keputing
Prinsip hidup ini mengajarkan orang Banjar untuk pantang menyerah dan tegar pendirian. Prinsip ini diungkapkan langsung oleh Pangeran Antasari saat melawan penjajahan Belanda.
Dengan melaksanakan prinsip ini orang Banjar tidak mudah untuk mengakhiri hidup sebelum waktunya, karena segala keinginan baik harus terus diperjuangkan dan kondisi yang menggoyahkan harus dapat dilewati dengan tangguh.
8. Prinsip dalas langit kada manyarah
Prinsip ini berarti berjuang sampai titik darah penghabisan. Hampir sama dengan prinsip ketujuh, namun dengan prinsip kedelapan ini orang Banjar memiliki semangat hidup yang tinggi sehingga dapat kembali bangkit saat menghadapi kesusahan.
Bagi kalian yang sedang kurang semangat dalam menjalani hidup dapat mencoba menerapkan beberapa prinsip hidup orang Banjar di atas.***