
inNalar.com – Pengembangan pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan oleh pemerintah.
IKN digadang-gadang menjadi kota bebas emisi dan menjaga biodiversitas di dalamnya.
IKN akan menggunakan konsep Carbon Neutral City & BiodiverCity.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
“Nusantara dibangun tidak sekedar hanya sebagai ibu kota dari suatu negara pada umumnya, melainkan akan dibangun dan disusun menjadi kota dengan peradaban baru yang selaras dengan alam,” ujar Pak Jokowi tertulis pada unggahan PUPR.
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (ETB) juga dimanfaatkan pada IKN dengan penerapan teknologi hijau.
Semua itu dilakukan juga demi tercapainya target Indonesia dalam bebas emisi karbon.
Menjunjung konsep Carbon Neutral City tersebut akan terwujud dengan pelestarian hutan tropis.
Serta pengendalian kawasan yang akan dibangun dengan menerapkan minimnya jejak emisi.
Melansir dari unggahan Kementerian PUPR, konsep IKN selaras dengan hal-hal seperti
– 65% wilayah Nusantara adalah hutan tropis Kalimantan lewat reforestasi.
– 25% wilayah Nusantara akan menjadi kota pintar dengan rendah emisi.
– 10% sebagai sisah wilayah yang akan dijadikan sebagai area produksi pangan.
Untuk mewujudkan BiodiverCity dengan melakukan upaya pelestarian hutan di Nusantara.
Aktivitas kota yang nantinya akan berdampingan dengan habitat alami.
Serta akan ada penjagaan melalui peraturan ekosistem yang mewujudkan Nusantara menjadi kota adaptif dan selaras dengan alam.***