

Berdasarkan data sementara pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit, dan sejumlah fasilitas umum lain.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memaparkan hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang serta koordinasi dengan BPBD setempat. Guncangan gempa merobohkan beberapa bagian tembok rumah sederhana di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo, serta merusak fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.
“Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” ucap Teguh.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan sejumlah jalur transportasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terganggu setelah gempa bumi M 7, di mana beberapa ruas jalan bahkan tertutup longsor.
“Jalur-jalur transportasi, jalur-jalur komunikasi, ini juga yang tahap berikutnya yang akan dipulihkan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).
Suharyanto menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum sudah mengerahkan personel dan peralatannya untuk segera bekerja membuka jalur-jalur transportasi yang terganggu akibat guncangan gempa ini.
“Memang dilaporkan bahwa ada beberapa jalan yang tertutup longsor,” sambungnya.
Di samping itu, Presiden Prabowo Subianto akan mengirimkan 50 ribu paket sembako untuk membantu korban gempa. Dirangkuminnalar.com, Sabtu (15/8), bantuan tersebut akan dikirimkan dalam 1-2 hari ke depan.
“Dari Bapak Presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara juga sudah akan mengirimkan di 1-2 hari ini 50.000 paket sembako. Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).
Selain itu, BNPB dan Kementerian Sosial juga menyiapkan kebutuhan dasar lainnya untuk warga terdampak, yang diprioritaskan meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda, tempat berlindung, hingga genset.
“Logistik awal-awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar, makan, minum, air bersih, tenda, tempat berlindung, genset, dan lain sebagainya. Tentu saja kondisi lapangan masih kurang, ini terus akan didorong,” jelasnya.