

inNalar.com – Takikardia atau bisa juga disebut Takiaritmia adalah sebuah kondisi di mana jantung berdetak di atas 100 denyut per menit dalam keadaan istirahat untuk orang dewasa.
Saat sedang tidak beraktivitas, detak jantung seharusnya ada di kisaran 60 hingga 100 denyut per menit.
Takikardia terjadi ketika jantung berdetak lebih dari 100 kali per menit. Ketika berdetak terlalu cepat, jantung kehabisan waktu untuk mengisi darah di antara detaknya.
Baca Juga: Biodata dan Profil dr Aisah Dahlan Lengkap dengan Riwayat Pendidikan Beserta Akun Media Sosialnya
Jika jantung tidak mampu memasok semua sel tubuh dengan darah dan oksigen yang diperlukan, ini bisa berakibat fatal.
Dilansir inNalar.com melalui berbagai sumber, berikut adalah gejala, penyebab, diagnosis dan cara mengatasi Takikardia.
Beberapa gejala Takikardia antara lain:
– Palpitasi Jantung
– Kelelahan
– Pusing atau sakit kepala ringan
– Sakit dada
– Sesak napas
– Pingsan
– Sesak di dada
Adapun beberapa penyebab Takikardia antara lain:
– Obat-obatan tertentu seperti anagrelide dan chlordiazepoxide
– Konsumsi tembakau, alkohol, kafein
– Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain
– Masalah jantung bawaan
– Tekanan darah tinggi
– Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh- Pendarahan hebat
– Tekanan mental
– Masalah paru-paru
– Penyakit tiroid
– Penyakit arteri koroner
Beberapa tes yang dapat membantu memeriksa Takikardia yakni:
– Elektrokardiogram atau EKG
– Ekokardiogram
– MRI
– CT Scan
Baca Juga: Timnas Israel Lolos Piala Dunia U-20 2023 Indonesia, Boleh Main di Indonesia?
Sedangkan untuk mengatasi Takikardia dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
– Berhenti merokok dan alkohol
– Membuat cara untuk mengurangi stres
– Tidur yang cukup
– Berolahraga secara teratur
– Makan makanan yang sehat
Demikian informasi terkait Takikardia mulai dari gejala, penyebab, diagnosis dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!***