

inNalar.com – Pada proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 selalu tertulis terjadi di Jalan Pegangsaan Timur no 56, ini ternyata merupakan rumah Faradj Martak.
Faradj Martak walaupun keturunan Arab Yaman, jiwanya terpanggil, rumah itu pun dihibahkan dan digunakan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Banyak yang tidak mengetahui sejarah terkait rumah di Jalan Pegangsaan Timur no 56, tempat dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Orang hanya mengingat nama Jalan Pegangsaan Timur no 56 saja, sementara pemilik sebelumnya yaitu Faradj Martak kurang dikenal, bisa dibayangkan pada 17 Agustus 1945.
Ketika situasi genting, jika tak ada rumah Faradj Martak untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, atau terlewat satu hari saja, tentu sejarah bisa berubah.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber pada Kamis, 11 Agustus 2022 Faradj Martak menghibahkan rumah di Jalan Pegangsaan Timur ni 56 kepada Soekarno untuk kepentingan RI.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 44: Model Pidato Persuasif Severn Suzuki
Di rumah Jalan Pegangsaan Timur no 56 ini juga istri Soekarno yaitu Fatimah menjahit sendiri bendera merah putih untuk pertama kalinya, sampai pada keesokan hari proklamasi kemerdekaan.
Tak lupa terdapat pengibaran bendera yang dijahit oleh Fatimah tersebut, Faradj Martak ternyata lahir di Hadramaut tahun 1897, dirinya wafat juga di Aden Yaman.
Anak Faradj Martak yang bernama Ali sebenarnya yang memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional, terutama Soekarno. Putranya inilah yang mewarisi usaha ayahnya.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 37 Kegiatan 2: Identifikasi Cara-Cara Memersuasi
Faradj Martak merupakan saudagar yang memiliki usaha N.V. Alegemeene Import-Eksport en Handel Martak Badjened, dirinya juga disebut mengirimkan madu untuk Soekarno.
Faradj Martak juga berperan mengirim madu Arab sebagai penambah stamina bagi Soekarno yang sebenarnya masih terbaring lemah pada hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Tidak hanya rumah di Jalan Pegangsaan Timur no 56 yang dhibahkan oelh Faradj Martak, ternyata ada beberapa gedung lain dibeli olehnya dan diberikan untuk negara.
Baca Juga: LINK Twibbon HUT ke 77 RI, 17 Agustus 2022, Dilengkapi dengan Cara Memasangnya
Maka lantaran peran penting Faradj Martak itulah dirinya mendapat penghargaan dari Pemerintahn RI melalui Menteri Pekerjaan Umum dan pehubungan Indonesia Mananti Sitompoel.
Faradj Martak juga mendapat ucapan terima kasih langsung dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Soekarno atas jasanya dalam kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Sempat tersebar kabar bahwa rumah Faradj Martak di Jalan Pegangsaan Timur no 56 ini adalah milik ayah dari Hibib Rizieq Syihab, padahal salah tapi kedua orang keturunan Arab itu berjasa.
Tetap peran peting Faradj Martak dan keturunan Arab lainnya bagi kemerdekaan Indonesia sangat besar, ayah Habib Rizieq Syihab yatu Hussein Syihab juga ikut andil dalam perjuangan.
Hussein Syihab dan kawan-kawannya pernah mendirikan gerakan Pandu Arab Indonesia pada tahun 1937, jauh sebelumnya ayah Habib Rizieq Syihab ini pernah bekerja di PMI.
Ketika di PMI dan menjadi bagian logistik itulah Hussein Syihab banyak melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh di balik proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.***