

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur di Papua pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi terus dikembangkan.
Tidak terkecuali Jembatan Youtefa, jembatan merah yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Kampung Hamadi dan Distrik Muara Tami.
Dilansir dari indonesia.go.id, jalan penghubung yang dulunya bernama Jembatan Holtekamp ini menjadi jembatan pelengkung baja terpanjang di Papua dengan panjang 11,6 kilometer.
Sebelumnya, masyarakat yang berpergian dari Jayapura menuju Distrik Muara Tami harus menempuh perjalanan 1 jam dengan jarak 35 kilometer.
Dengan dibangunnya jembatan di atas Teluk Youtefa ini, perjalanan bisa dipersingkat dengan waktu 15 menit dan jarak tempuh 12 kilometer.
Peresmian jembatan ini menjadi simbol bahwa Papua terus dibangun agar setara dengan wilayah lain di Indonesia.
Baca Juga: 175 KM dari Surabaya! Kampung Tajir di Pelosok Kabupaten Sumenep Madura Ini Rumahnya Mewah-mewah
Dengan adanya Jembatan Youtega ini, perekonomian di wilayah perbatasan dapat maju dan juga menjadi sarana yang mendukung kegiatan PON 2020.
Menghabiskan dana sebesar 1,8 triliun Rupiah, Jembatan Youtefa menggaet dua rekor MURI sekaligus saat masih dalam masa konstruksi.
Yang pertama mendapatkan rekor sebagai pengiriman rangka baja jembatan dengan jarak terjauh.
Baca Juga: Bukan Malin Kundang, Kalimantan Barat Juga Punya Desa Mistis yang Penduduknya Dikutuk Jadi Batu
Selanjutnya, rekor kedua adalah pemasangan rangka baja berbentuk utuh terpanjang di Indonesia.
Proyek pembagunan jembatan ini diketahui telah dimulai sejak 9 Mei 2015, di mana Presiden Jokowi meletakan batu pertama sendiri.
Pembangunannya sendiri dilakukan oleh tiga kontraktor dengan sokongan dana dari APBN sebesar 1,3 triliun Rupiah dari total pembangunan 1,87 triliun.
Perakitannya sendiri dilakukan di PT PAL Indonesia Surabaya dengan tujuan meningkatkan kualitas dan mempercepat waktu pembangunan.
Hal ini menjadikan rekor pembuatan jembatan pertama dengan membuat pelengkung jembatan di tempat lain.
Jembatan ini akan tetap terlihat terang pada malam ini, di mana asal cahaya tersebut dari intelligent color lighting yang dapat mengendalikan keluarnya cahaya sesuai program.
Jembatan Youtefa ini pun menjadi ikon baru dan juga bisa destinasi wisata bagi wisatawan luar maupun dalam negeri bila ingin melihat kemajuan Papua dengan mata kepala sendiri.***