

inNalar.com – Kata Mappanretasi berasal dari bahasa Bugis yaitu Mappanre dan Tasi. Mappanretasi dalam Bahasa Indonesia berarti memberi makan laut.
Pesta Adat Mappanretasi di Kalimantan Selatan juga dikenal dengan sebutan Pesta Laut atau Pesta Pantai.
Pesta atau Festival Adat Mappanretasi ini dilaksanakan pada bulan April setiap tahunnya di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Uniknya Festival Krakatau di Lampung, Total 3 Ribu Warga Pecahkan Rekor Fantastis
Festival Adat Mappanretasi adalah kegiatan tradisional yang kaya akan nilai budaya yang positif.
Festival Adat Mappanretasi yang digelar setiap tahun oleh Suku Bugis merupakan lambang rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.
Festival ini berlangsung selama tiga minggu dan diikuti oleh banyak masyarakat di Kabupaten Tanah Bambu, Kalimantan Selatan.
Selain masyarakat setempat, Festival Mappanretasi juga dihadiri oleh banyak wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan festival.
Festival Adat Mappanretasi ini dilakukan dengan melarungkan sesaji ke tengah laut.
Sesaji atau sesajen yang digunakan biasanya berupa pisang barengseng, pisang raja, dan nasi ketan dengan 4 warna berbeda, yaitu putih, hitam, kuning, dan merah jambu.
Baca Juga: Warung Unik di Semarang Suguhkan Masakan Mewah Rasa Bintang Lima tapi Harga Kaki Lima
Nasi ketan dengan 4 warna yang berbeda tersebut memiliki artinya sendiri, yaitu melambangkan unsur-unsur bumi.
Selain pisang dan nasi, ayam juga menjadi salah satu sesajen yang digunakan dalam festival. Ayam yang digunakan merupakan sepasang ayam jantan dan ayam betina.
Setelah siap, sesajen serta ayam-ayam akan dinaikkan ke atas kapal nelayan dan disambut oleh dayang-dayang Sanro, tokoh Bugis Pagatan.
Selain kapal utama yang membawa sesajen dan ayam juga ada kapal-kapal lain yang menjadi iring-iringan kapal utama untuk menuju ke titik tempat upacara Mappanretai dilakukan.
Kemudian, atas aba-aba dari Sanro, kapal yang ditumpangi akan bertolak dari pantai di dataran Kalimatan Selatan menuju titik yang telah ditentukan sebelumya.
Setelah berada di posisi yang tepat, upacara Mappanetasi yang diawali dengan pemotongan ayam pun dilakukan.
Setelah itu, ayam dan sesajen yang sudah dipersiapkan untuk Festival Mappanretasi akan dilarungkan di laut dengan diirngi doa.
Festival Adat Mappanretasi ini tidak hanya melibatkan suku Bugis namun juga hampir semua suku yang ada di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Selain berlangsungnya upacara adat, Festival Adat Mappanretasi juga diisi dengan hiburan seperti penampilan tari tradisional dan penampilan artis.
Para wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati acara hiburan yang ada dan melihat kapal-kapal yang dihias warna-warni di laut.
Kegiatan budaya ini adalah tradisi turun-temurun suku Bugis yang masih dilaksanakan sampai sekarang.*** (Ralda Maya Runita)