Wow, Kelompok Tani Ini Sulap Tumpukan Sampah di Yogyakarta Jadi Kolam Ikan hingga Perkebunan, kok Bisa?

inNalar.com – Lahan berupa tanah tandus yang dulunya berupa tumpukan sampah di Kampung Pugeran, Yogyakarta kini diubah menjadi perkebunan hingga kolam ikan.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Fathoni, ketua kelompok tani yang mengelola lahan di Kampung Pugeran, Yogyakarta.

Terdapat lahan tandus yang berisi tumpukan sampah di Kampung Pugeran, Yogyakarta. Hal tersebut membuat warga sekitar mulai resah.

Baca Juga: Panjangnya 95 KM, Inilah Jalan Tol Penghubung Bumi Raflesia yang Habiskan 4,5 Triliun

Menghadapi hal tersebut, kelompok tani Ngudi Mulyo bersama warga sekitar mencoba untuk mulai membersihkan tumpukan sampah dengan alat seadanya, namun sangat sulit.

Akhirnya, warga kampung bergotong-royong untuk menyewa buldoser agar tumpukan sampah di Kampung Pugeran, Yogyakarta bisa hilang.

Setelah lahan yang mulanya tumpukan sampah sudha rata, kelompok tani Ngudi Mulyo di Yogyakarta berinisiatif untuk memanfaatkan lahan tersebut untuk perkebunan.

Baca Juga: Menjadi Saksi Kejayaan Kesultanan Banten, Kini Keraton di Serang Ini Hanya Menyisahkan Puing-puing

Namun, karena tanahnya yang tandus dan tidak subur akibat dibawahnya hanya berupa bebatuan, penanaman akhirnya dilakukan pada polybag.

Beberapa sayuran hingga tanaman yang bernilai ekonomis seperti cabai ditanam di polybag agar dapat tumbuh dengan baik.

Sedangkan lahan yang mulanya berisi tumpukan sampah hingga akhirnya kosong mulai dibuat menjadi kolam ikan.

Baca Juga: 2 Jembatan 140 Miliar di Maluku Mangkrak, Pemerintah Langsung Putus Kontrak dan Masuk dalam Blacklist?

Beberapa ikan yang dibudidayakan di Kampung Pugeran, Yogyakarta tersebut adalah ikan lele, ikan patin, ikan nila, dan ikan hias.

Inisiatif positif dari kelompok tani Ngudi Mulyo di Yogyakarta ini mendapatkan dukungan positif dari Dinas Pertanian Kota hingga Provinsi.

Beberapa bantuan yang diberikan sebagai dukungan terhadap kelompok tani Ngudi Mulyo di Yogyakarta adalah rumah bibit, kolam ikan dari drum, dan maggot.

Rumah bibit diharapkan mampu memproduksi banyak bibit untuk kemudian dibagikan kepada warga di sekitar Kampung Pugeran, Yogyakarta.

Maggot sendiri apabila produksinya bisa banyak dapat menyokong tingkat peternakan ikan dan menghasilkan pemasukan yang tinggi.

Disamping hal tersebut, maggot juga dapat dijual secara langsung karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Untuk mendukung dan memaksimalkan usaha kelompok tani, para anggota mengikuti berbagai macam pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pertanian.

Kini tumpukan sampah di Kampung Pugeran, Yogyakarta berubah menjadi lahan ekonomis dengan adanya kolam ikan hingga perkebunan mini.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]