

inNalar.com – Ruas tol Sigli Banda Aceh merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra.
Jalan tol Sigli Banda Aceh mulai dibagun pada tahun 2018 lalu dan telah beroperasi sebagian.
Proyek tol ini juga merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Pembangunannya dipercayakan kepada perusahaan BUMN yakni PT Hutama Karya.
Terbagi atas 6 seksi dimana seksi 2 hingga 6 telah beroperasi.
Sementara itu, untuk seksi 1 yakni Padang Tiji Seulimeum sepanjang 24,67 kilometer masih dalam tahap konstruksi.
Pembangunan Jalan Tol Sigli Banda Aceh khususnya dan JTTS pada umumnya, merupakan kerja bersama semua pemangku kepentingan dan melibatkan baik instansi vertikal maupun Pemerintah Daerah.
Jalan Tol Sigli Banda Aceh merupakan wujud sinergi antara unit pengelola aset dan unit-unit pengelola investasi.
Uniknya, PT Hutama Karya (Persero) melengkapi ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) dengan terowongan perlintasan satwa liar.
Hal ini dilakukan dalam upaya mempertahankan ekosistem kawasan hutan serta untuk menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan.
Diharapkan keberadaan perlintasan satwa liar ini mempertahankan ekosistem satwa sekitar dan menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan.
Selain itu, dengan adanya perlintasan satwa liar juga bisamengantisipasi risiko satwa liar yang masuk ke main road jalan tol.
Sebelumnya, PT Hutama Karya juga telah membangun terowongan perlintasan gajah di Tol Pekanbaru Sumai.
Di Tol Sibanceh juga dilengkapi dengan terowongan perlintasan satwa liar untuk mengakomodir habitat satwa liar sekitar hutan.
Mengingat kawasan proyek jalan tol masih banyak terdapat satwa liar yang tetap harus diperhatikan kelestariannya.***