

inNalar.com – Beberapa waktu belakangan tersebar di sosial media beberapa foto saat rapat Perdana Menteri Singapura.
Foto tersebut dibagikan oleh Lawrence Wong selaku Perdana Menteri Singapura.
Dalam foto tersebut, menampilkan Lawrence Wong dengan pakaian putih sedang mengecek beberapa dokumen.
Kemudian, terlihat ruang rapat tersebut tidak terlalu besar dan secukupnya.
Ruang rapat tersebut berisi meja rapat melingkar dengan beberapa jajaran penting pejabat Singapura.
Bahkan, di atas meja rapat tersebut tidak terdapat makanan atau minuman untuk para pejabat.
Baca Juga: Malaysia Sampai Sujud Minta Proyek Jembatan Penghubung ke Indonesia, Pemerintah Pilih Cuek!
Di bawah meja rapat tersebut ada beberapa botol tumblr milik para peserta rapat.
Selain itu, ada pula tas bekal makanan milik para pejabat disana.
Bisa dibilang, rapat tersebut sangat sederhana untuk kelas Perdana Menteri.
Berbeda dengan rapat para pejabat di Indonesia yang kebanyakan terselenggara di Hotel atau Restaurant mewah.
Belum lagi jamuan yang tersedia pasti dilakukan dengan budget yang lumayan tinggi.
Maka dari itu, foto rapat Perdana Menteri Singapura mendapat sorotan dari warganet asal Indonesia.
Baca Juga: Modal Pendaftarannya Rp550 Ribu, Intip Alur Pendaftaran SMA Ar Rohmah di Malang: Khusus untuk Putra?
Banyak yang ‘mengkritik’ jalannya rapat tersebut karena terlalu sederhana.
Sebenarnya kritikan tersebut bersifat sarkas kepada para pejabat di Indonesia yang selalu menyelenggarakan rapat dengan mewah.
Berikut beberapa komentar warganet di aplikasi X tengtang rapat Perdana Menteri Singapura.
“Pak kalo jadi Perdana Menteri tuh yang bener gitu, masa rapat tapi mejanya gak ada air botol kaca sama sekali, buahnya mana? kue-kuenya mana? masa gini kualitas rapat perdana menteri? Katanya Singapura punya GDP terbesar di Asia Tenggara? Kalo rapat gini doang negara dunia ketiga juga bisa.” tulis akun X kemenperinRI.
“Rapat di hotel bintang 5 dong, makan siang lobster, steak, dll. Gapapa wong dibayari rakyat kok.” tulis akun X guust96.
Itulah beberapa komentar sarkas warganet Indonesia terhadap rapat Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong.***