Telan Dana APBN Rp880 Miliar, Bendungan di NTT Ini Jadi yang Terbesar se-Indonesia?


inNalar.com
– Dapat mengurangi resiko kekeringan, itulah salah satu fungsi bendungan saat sudah terbangun di wilayah tertentu.

Ditambah lagi pada beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sering terkena kekeringan, tentu bendungan ini akan sangat membantu bagi para warga disana.

Bahkan waduk ini merupakan bendungan ke-3 di NTT, yang telah diresmikan oleh presiden Jokowi pada tahun 2021 yang lalu.

Baca Juga: Intip Profil Jay Idzes, Calon Pemain Naturalisasi yang Siap Bela Timnas Indonesia! Pemain Lokal Tersaingi?

Waduk yang dimaksud yaitu Bendungan Napun Gete yang terletak di Ilinmedo, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Telah menjadi bendungan ke-3 yang diresmikan Jokowi, bahkan sebenarnya terdapat 7 bendungan sekaligus yang akan dibangun di daerah NTT.

Kedua bendungan yang telah diresmikan oleh presiden Jokowi sebelumnya adalah Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang, dan Bendungan Rotiklot Kabupaten Belu.

Baca Juga: Sekali Makan Ini Jerawat Auto Muncul, Kata dr Saddam Ismail Makin Keseringan Wajah Makin Beruntusan

Dengan adanya bendungan di NTT itu, maka membuat banyak hal yang berubah di kabupaten Sikka.

Sebab setelah adanya bendungan tersebut, membuat kekeringan di daerah Sikka berkurang, serta membuat udara di sekitar bendungan juga menjadi lebih sejuk.

Diresmikan pada awal tahun 2021, proyek pembangunan bendungan Napun Gete ini dimulai pada Januari 2017 oleh PT Nindya Karya (Persero).

Baca Juga: dr Saddam Ismail Ungkap 7 Makanan Penyebab Jerawat, Segera Hindari Jika Ingin Wajah Glowing

Meskipun sempat tertabrak covid-19, namun pembangunan bendungan ini tetap berjalan sebab untuk menjaga roda perekonomian tetap berjalan.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, Pembangunan bendungan Napun Gete di kabupaten Sikka NTT ini membutuhkan anggaran sebesar Rp. 880 miliar yang bersumber dari APBN.

Memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik, bendungan Napun Gete di NTT ini memiliki luas genangan 99,78 hektar.

Selain dapat mengurangi resiko kekeringan, Bendungan di kabupaten Sikka tersebut juga mampu untuk penyediaan air irigasi seluas 300 hektar, dan penyediaan air baku sebanyak 0,2 meter kubik per detik,.

Ada pula pemanfaatan bendungan Napun Gete untuk menjadi pemanfaatan sektor pariwisata, pengendalian banjir pada wilayah hilir, serta potensi penyediaan listrik tenaga air sebesar 0,1 megawatt.

Selama melakukan pembangunan bendungan di kabupaten Sikka tersebut, terdapat pula tindakan pembebasan lahan yang harus dilakukan pemerintah agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Bagi warga yang terkena dampak pembebasan lahan bendungan Napun Gete, terdapat warga yang memanffatkannya untuk membangun rumah serta untuk membeli truck sebanyak 2 buah.

***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]