Telan Biaya Rp920 M, Bendungan Terbesar di Lampung ini Muat Tampung 690 juta m3 Air dan Sajikan Alam Memukau

inNalar.com – Provinsi Lampung memiliki topografi alam yang sangat beragam. Mulai dari beberapa pegunungan, perbukitan, hingga sungai .

Siapa yang menyangka, di balik kaki gunung Tanggamus dikelilingi perbukitan dan hamparan perkebunan kopi, terdapat sebuah bendungan di Provinsi Lampung yang masuk dalam jajaran bendungan terbesar Indonesia, yaitu bendungan Batu Tegi.

Bendungan Batu Tegi berada di kaki Gunung Tanggamus, tepatnya di Pekon Batu Tegi, Tanggamus, Lampung.

Baca Juga: Hanya 2 Jam Dari Medan, Jembatan Tertinggi di Sumatera Utara Ini Tawarkan Olahraga Ekstrem Hanya dengan Tali

Dilansir dari laman resmi lampungprov.go.id, bendungan Batu Tegi yang berada di Lampung ini termasuk ke dalam bendungan terbesar di Asia Tenggara.

Dengan ukurannya yang sangat besar, maka tak heran jika biaya pembangunannya pun tak sedikit dikeluarkan, yaitu sekitar Rp 920 miliar.

Bendungan Batu Tegi Lampung memiliki daya tampung air yang sangat besar, yaitu bisa mencapai 690 juta meter kubik.

Baca Juga: Berusia Hampir 100 Tahun, Pondok Pesantren di Jembrana Ini Jadi Ponpes Pertama dan Tertua di Pulau Bali

Kapasitas yang besarnya bukan main itu, dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi lahal seluas 66.573 hektare.

Aliran irigasi dari bendungan Batu Tegi ini bisa meluas hingga Kab Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Kota Metro.

Bendungan raksasa di Lampung ini juga digunakan sebagai tampungan air bersih bagi masyarakat Kota Bandar Lampung, Desa Branti yang berada di Lampung Selatan, dan Kota Metro.

Baca Juga: Nggak Perlu ke China! Bandung Punya Jembatan Kaca Terpanjang, Diduga Habiskan Anggaran Rp 7,5 Miliar?

Dapat dikatakan bahwa bendungan Batu Tegi di Lampung ini cukup multifungsi.

Pasalnya, fungsi bendungan raksasa di Lampung ini tak hanya sekadar untuk mengairi lahan pertanian dan sumber air baku saja.

Namun, Bendungan Batu Tegi ini juga menjadi andalan bagi Provinsi Lampung untuk menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas produksi sebesar 28 MW, antisipasi banjir, menjadi lahan perikanan, dan juga objek wisata.

Di balik dana yang fantastis dalam pembiayaannya, ternyata ada tersimpan memori dari 1500 kepala keluarga yang sempat menjadi bagian dari kisah pembangunan Bendungan yang disebut sebagai terbesar di Asia Tenggara ini.

Sejumlah penduduk tersebut harus pindah ke wilayah lainnya untuk bersama mewujudkan kehidupan yang lebih baik lagi, salah satunya dengan mengantisipasi permasalahan pasokan air bersih di wilayahnya.

Selain itu juga, pembangunan bendungan Batu Begi di Lampung ini juga seolah menyimpan harapan baru bagi penduduk sekitar.

Berharap di kemudian hari kesejahteraan bagi mereka meningkat dengan adanya kualitas panen pertanian dan perkebunan yang lebih baik dari sebelum adanya bendungan Batu Tegi.

Bendungan raksasa Lampung ini mulai digarap pada tahun 1995 dan pembangunannya berakhir pada tahun 2003.

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, terdapat sebuah monumen yang dibangun dan diukir dengan 13 nama dalam rangka untuk mengenang 13 pekerja konstruksi yang meninggal saat bertugas.

Hingga kini, panorama alam perbukitan dengan jalan yang berkelok, perbukitan yang mengapit bendungan Batu Tegi, serta pesona gunung Tanggamus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi area Bendungan Batu Tegi Lampung ini.***

Rekomendasi