Spesial Gaet Dubai, Proyek IPAL di IKN Kalimantan Timur Rp638,8 Miliar Libatkan Teknologi Canggih Berlapis


inNalar.com –
Pembangunan infrastruktur di IKN Kalimantan Timur diproyeksikan menggunakan sejumlah teknologi canggih berlapis, salah satunya Proyek IPAL.

Melalui Proyek IPAL, IKN Kalimantan Timur diimpikan akan menjadi Kota Sirkular dan Tangguh.

Syaratnya, pengelolaan limbah tentunya sesuai standar daur ulang berbasis energi berkelanjutan.

Baca Juga: Biaya Pendidikannya Seharga Motor, TK Swasta di Malang Ini Cuma Berisi 22 Peserta Didik: Kurikulumnya…

Untuk mencapai impian kota cerdas, Pemerintah RI memanfaatkan peran mesin canggih dalam mendayagunakan sumber daya alam.

Artinya, bagaimana caranya kita menggunakan peran instrumen khusus untuk mengefisienkan penggunaan energi.

Menariknya penerapan inovasi cerdas tersebut bukan hanya soal efisiensi penggunaan SDA, melainkan juga menambah nilai ekonomi.

Baca Juga: Seharga Mobil Avanza, 3 Kampus Swasta Ini Disebut Jadi yang Termahal di Indonesia

Adapun salah satu inovasi kecanggihan yang akan diterapkan dalan proyek instalasi pengolahan air limbah ini mencakup penggunaan sensor dan IoT (Internet of Things).

Dalam prinsip blue print kota cerdas Nusantara, Proyek IPAL IKN akan masuk dalam lapisan berlapis infrastruktur canggihnya.

Lapisan pertama, ibukota Nusantara dibantu oleh infrastruktur pasif yaitu Multi Utility Tunnel (MUT) dalam pengelolaan jaringan energinya.

Baca Juga: Terbesar di Asia Tenggara, Megaproyek PLTA Kalimantan Utara Sampai Habiskan Rp283 T, Penyokong Listrik Kalimantan?

Pada lapisan berikutnya, Proyek IKN Kalimantan Timur juga didukung dengan infrastruktur aktif seperti menara BTS 5G NSA dan jaringan fiber optik kabel.

Hal tersebut diharapkan mampu membantu kemudahan pengintegerasian data dalam implementasi kinerja tata kelolanya.

Pada lapisan ketiga dan terakhir, pengelolaan limbah berbasis sensor dan IoT, serta didampingi teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat Proyek IPAL masuk ke dalam bagian dari 6 domain aplikasi kota cerdas.

Baca Juga: Terlalu Sederhana, Rapat Perdana Menteri Singapura ‘Dikritik’ Warganet Indonesia

Terkhusus proyek limbah ini akan melibatkan sistem Smart Waste Management seperti Smart Bin, Smart Waste Fleet, dan prinsip 3 R berbasis IoT.

Pemerintah RI juga akan menerapkan sistem SCADA demi memantau gerak data penyaluran air limbah agar mitigasi dan pemeliharaan infrastruktur tetap terpantau.

Teknologi IoT pada Proyek IPAL IKN disebut menjadi titik krusial kesuksesan akses data dan informasi yang pengolahan datanya kini serba digital. Tidak heran perusahaan Dubai digaet demi muluskan proyek ini.

Baca Juga: Telan Rp 23 T! Malaysia Borong Roket Artileri Canggih Penembus Pertahanan Rusia, Indonesia Wajib Waspada

Jadi nantinya, IoT akan banyak terlibat dalam pengelolaan limbah dan akan dipasang sensor canggih.

Perusahaan Dubai yang akan terlibat dalam pengelolaan limbah di ibukota Nusantara adalah Envirol yang merupakan bagian dari Arsekal Group.

Dengan pengalaman mumpuninya di bidang teknologi canggih pengelolaan limbah, diharapkan nantinya ibukota Nusantara benar-benar berbasis konsep pada Smart City dan Eco-Friendly.

Sebagai informasi, Proyek IPAL IKN ditargetkan beroperasi olej Menteri PUPR Basuki Hadimuljana yaitu pada Agustus 2024.

Menteri Basuki menekankan agar proyek ini tidak molor, begitupula dengan Proyek TPST yang digarap bersamaan.

“Jangan sampai ada keterlambatan dalam konstruksi IPAL maupun TPST,” ujar Menteri Basukii.

Sekadar bocoran, Pemerintah RI membangun infrastruktur IPAL di tiga lokasi yang berbeda.

Kapasitas pengolahan hariannya diproyeksikan 5000 meter kubik perhari. IPAL ini nantinya akan digunakan untuk menampung limbah dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Pengerjaan Proyek IPAL IKN telah digesa sejak Desember 2023 dan progres per Januari sudah memasuki 14,56 persen.

“Konstruksi IPAL 1,2, dan 3 di IKN sudah mulai dikerjakan sejak awal Desember 2023,” ujar Kepala BPPW Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]