Soal Autopsi Jasad Mirna, dr Djaja Diduga Asal Bicara! Prof Eddy dan Jaksa Shandy Beberkan Fakta Sebenarnya

inNalar.com – Polemik kasus kopi sianida, Jessica Wongso sebagai tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin ramai kembali.

Terlebih, publik dibingungkan dengan opini tokoh masyarakat dan para ahli yang menyatakan bahwa Jessica tak bersalah.

Baru-baru ini, media juga digemparkan oleh pernyataan dr Djaja bahwa Mirna bukan mati karena sianida.

Baca Juga: Investasi Capai Rp17,9 Triliun, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau Jadi Tempat Potensial Bagi Para Investor?

dr Djaja, waktu itu sempat mengungkap, seharusnya organ darah, hati, dan urin Mirna juga terdampak sianida, bukan hanya lambung saja.

Nyatanya, menurut dr Djaja, jasad Mirna tidak demikian. Sianida hanya ditemukan di lambung, itupun tidak cukup untuk menghilangkan nyawa.

Pendapat dr Djaja secara tidak langsung dibantah oleh Profesor Eddy, selaku Wamenkumham, dan Shandy Handika, sebagai Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga: Capai Suhu 38 Derajat! Benarkah 2023 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah? Berikut Penjelasan BMKG

Dilansir inNalar.com dari salah satu video yang diunggah oleh akun CURHAT BANG Denny Sumargo.

Profesor Eddy, yang bernama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej mengungkapkan pernyataan yang berbeda. Shandy pun demikian.

“Nilai pembuktian orang yang tidak melakukan autopsi sama saja dengan orang cerita di pinggir jalan,” kata Profesor Eddy. 

Baca Juga: FBI Selidiki Kemungkinan Ancaman Terhadap Warga Amerika Serikat Akibat Pertempuran Israel dan Hamas

Shandy menyatakan, memang pada saat itu dr Slamet Purnomo, sebagai pelaku tindak autopsi Mirna, hanya melakukan autopsi parsial.

Sesuai permintaan keluarga, jasad Mirna tidak diotopsi sepenuhnya, hanya diambil sampelnya saja.

Sampel yang diambil antara lain lambung, darah, hati, dan urin. 

Sebenarnya, sampel lambung Mirna diambil dua kali. Yang pertama diambil setelah 70 menit kematiannya.

“Sampel lambung yang diambil hanya sedikit dan sekedar cukup untuk mengecek pH-nya saja,” Shandy menjelaskan hasil pemeriksaan yang pertama.

Oleh karena alasan tersebut, secara otomatis kadar sianida dalam lambung dinyatakan negatif.

Lalu darimana pernyataan sianida berasal? Profesor Eddy memberi penjelasan.

“Pemeriksaan kedua, ketika bagian dada jenazah Mirna dibelah, ada organ tertentu yang diambil. Dan itu sudah ditemukan sianidanya. Jadi tak perlu dicek lagi,” katanya.

“dr Slamet Purnomo menjelaskan, rongga mulut dan kerongkongan Mirna korosif, lambungnya juga,” tambah Shandy.

“Andai Mirna tidak meminum racun, bagaimana bisa rongga mulutnya korosif?” tambahnya lagi. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]