Sempat Diduga Melakukan Pelecehan di Summarecon Mall Serpong, Pria Berkaos Hitam Akhirnya Beri Klarifikasi

inNalar.com – Seorang pria yang sempat viral karena diduga melecehkan pria lain saat di toilet Summarecon Mall Serpong akhirnya klarifikasi alias buka suara.

Melalui akun Tiktok @abcsorry, pria berkaos hitam dan berkacamata yang diduga sebagai terduga pelaku memberikan kesaksian dalam video yang berdurasi 3:42 menit.

Pria itu mengatakan meminta maaf kepada seluruh masyarakat akibat kesalahpahaman yang terjadi di toilet Summarecon Mall Serpong beberapa waktu lalu.

“Di kesempatan ini saya akan melakukan klarifikasi menggunakan bukti dan fakta bahwa saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya di dalam video tersebut,” ujar pria tersebut.

Baca Juga: Malaysia Bakal Larang Karyawan Panggil ‘Sayang’ ke Rekan Kerja Lain, Hukumannya Pecat!

Dirinya pun juga menjabarkan kronologi sebenarnya yang sedang ia lakukan saat itu di toilet Summarecon Mall Serpong.

“Kronologinya seperti ini, jadi saya pergi beli roti di SMS mal. Setelah itu saya langsung ke toilet sebelum pulang. Nah toilet ini di lantai ground karena keadaannya rame, akhirnya saya pergi ke lantai satu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, di toilet lantai satu kondisinya sepi tidak ada orang sama sekali.

Baca Juga: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Berkilah Jalanan Rusak di Daerahnya Akibat Kendaraan Tonase Berat

“Saya langsung menuju ke urinoir pojok sebelah kiri. Beberapa saat kemudian ada orang di samping saya, lalu orang ini menghadap ke saya menunjukkan alat vitalnya. Namun saya abaikan,” tegasnya.

Meski sudah diabaikan oleh pria berkaos hitam itu, pria yang disebelahnya tetap menghadap ke arahnya sembari memperlihatkan alat vital.

“Tetapi orang ini tetap menghadap ke saya. Memperlihatkan alat vitalnya dengan membersihkan menggunakan tisu. Karena saya anggap itu aneh, akhirnya saya membilas dan mengambil barang saya yang berada di atas urinoir,” tuturnya.

Baca Juga: UTBK 2023 UGM Diikuti 13.448 Peserta, Rektor Tinjau Langsung Lokasi Ujian

Kemudian, sebelum meninggalkan toilet, pria berkaos hitam tersebut bertanya kepada pria yang mengaku sebagai korban itu.

“Saya tanya kepada orang itu, apakah kencingnya kurang lancar. Sambil menatap urinoir yang kering yang seperti tidak digunakan. Saya berniat untuk menepuk pundak dia untuk berpamitan,” katanya.

Namun seketia pria tersebut berteriak seakan-akan pria berkaos hitam itulah yang melakukan pelecehan.

“Dan dia berkata ‘lu nggak tahu gue’ ‘lu nggak tahu siapa gue’. Lu nggak tahu siapa backupan gua. Sini lu keluar. Ayo sini keluar,” ucapnya sembari menirukan gaya bicara pria tersebut.

Baca Juga: dr Aisah Dahlan Bocorkan Rahasia Sederhana Agar Wajah Glowing Alami, Ternyata Muslim Sering Lakukan

Ketika pria berkaos hitam tersebut keluar, seorang perempuan yang diduga pacar pria yang menunjukkan alat vitalnya sudah memegang kamera ponsel untuk membidiknya.

“Orang ini diduga korban, tatap teriak menuduh saya melakukan pelecehan seksual. Saya mengatakan lebih baik untuk pergi ke pos satpam atau kantor polisi. Jangan tinggal teriak-teriak doang. Namun dia menolak dan tidak mau. Akhirnya saya disuruh pulang,” tegasnya.

“Di sini saya akan membahas poin-poin penting yang berbeda dari video. yang poin pertama jumlah urinoir yang ada di deskripsi video itu ada tiga. Tapi faktanya ada 4 seperti foto ini ya. Yang kedua, dia mendeskripsikan di video kalau dia memukul muka saya, tapi kenyataannya muka saya tidak apa-apa,” bebernya.

Kemudian pria berkaos hitam itu melanjutkan, bahwa ketidakwajaran si pemilik akun yang menyebarkan narasi video seolah-olah dia adalah seorang pelaku.

Baca Juga: Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Dikaruniai Anak Kedua: Ameena Punya Ade

“Poin yang tidak wajar yang akan saya bahas di sini, yang pertama akun Nicholas Tunggal ini adalah akun teman dari si diduga korban dan di sini dia itu tidak berada di lokasi, tidak melihat, dan tidak mengalami kejadian ini. Hanya mendengar cerita dari temannya yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

Ia menganggap tindakan tersebut merupakan pencemaran nama baik dan fitnah, serta bisa dijerat ke dalam UU ITE.

“Poin kedua, yang mencoba memviralkan dengan nama Tiktok can i love u setelah diupload keesokan harinya di takedown oleh Tiktok. Poin ketiga, akun ketiga yang mencoba memviralkan dengan nama Tiktok White Jempol yang mendiskripsikan video tidak sesuai dengan fakta akibat yang ditimbulkan dari video viral ini,” paparnya.

Baca Juga: Habib Ja’far Bocorkan Satu Sebab Mendasar Kenapa Muslim Sering Merasa Berat untuk Menjalankan Ibadah Sholat

Akibat narasi video yang tidak benar, pria berkaos hitam tersebut harus menerima sanksi sosial berupa pemecatan dari perusahaan tempat ia bekerja.

“Akibat yang ditimbulkan dari video viral ini, yang pertama pemutusan hubungan kerja. Yang kedua pencemaran nama baik. Yang ketiga kerugian material dan imaterial. Demikian klarifikasi ini saya buat berdasarkan kenyataan dan kebenaran demi memulihkan nama baik saya dari fitnah. Saya siap melanjutkan ke proses hukum sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Semoga masyarakat Indonesia bisa menilai dengan bijak. Terima kasih,” pungkasnya.

Dalam video klarifikasi tersebut, waganet pun turut bersimpati atas apa yang dialaminya.

“Yaallah kasian sampe di phk,” tulis @snowball.

“kasian abangnya. Bantu ramein guys,” tulis @kerupukriuk.

“Nahkan harus dengar kedua belah pihak! Semoga cepet selesai dan membaik ka,” tulis @susipurwanti.***(Faizal)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]