

inNalar.com – Pembangunan pelabuhan yang ada di Sumatera Utara memiliki fungsi sebagai penunjang dan pendukung peningkatan perekonomian di sana.
Faktanya pembangunan sebuah pelabuhan di Sumatera Utara ini anggaranya mencapai angka yang fantastis, nominalnya tidak miliaran lagi melainkan triliunan.
Pembangunan pelabuhan yang menggunakan nominal fantastis tersebut saat ini kondisinya sepi dan memprihatinkan, bahkan banyaknya uang yang digelontorkan tidak sebanding dengan fakta yang ada di lapangan.
Pelabuhan yang ada di Sumatera Utara ini memiliki nama Pelabuhan Kuala Tanjung, nama tersebut sudah tidak asing, letaknya berada di Kabupaten Batubara.
Pada umumnya pelabuhan merupakan tempat yang ramai dan banyaknya aktivitas orang lalu lalang di sana dan juga bongkar angkut muatan barang.
Namun hal tersebut tidak terjadi di Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara, bahkan disana aktivitas bongkar muatan peti kemas terlihat sepi.
Baca Juga: Dananya Rp78 Miliar, Proyek Perpanjangan Pelabuhan di Tarakan Ini Kembali Diundur, Apa Masalahnya?
Tidak hanya itu saja dermaga di pelabuhan tersebut juga sepi tidak terlihat adanya tumpukan peti kemas.
Diketahui bahwa alasan pelabuhan di Sumatera Utara ini sepi yaitu jumlah kapal yang sandar di pelabuhan tersebut masih sedikit.
Bahkan container yang digunakan untuk mengangkut barang hanya ada satu minggu sekali, barang yang diangkut pun merupakan barang lokal.
Baca Juga: Habiskan Rp204 Miliar, Pelabuhan KEK di Kalimantan Timur Ini Sempat Terkendala Sampai Mandek 2 Tahun
Tidak hanya itu sampai saat Ini belum ada kapal asing yang berasal dari luar negeri sandar di pelabuhan tersebut, dari adanya hal tersebut membuat proyek pembangunan mega bintang di Sumatera Utara ini sia-sia.
Awalnya pembangunan pelabuhan tersebut dirancang sebagai pelabuhan yang berstandar Internasional, namun hal tersebut sia-sia sebab pelabuhan tersebut sepi.
Bahkan pembangunannya tidak memberikan dampak untuk menyongsong pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara.
Kucuran anggaran yang digunakan untuk kerampungan proyek pembangunan mega bintang berupa pelabuhan di Sumatera Utara ini nominalnya mencapai Rp43 triliun.
Melansir dari Ombudsman, pelabuhan yang dirancang sebagai pelabuhan internasional tersebut masih terdapat kekurangan perupa fasilitas dan sarana sebagai pelabuhan yang berkelas dunia.
Sehingga hal tersebut perlu dibenahi supaya pelabuhan tersebut ramai sebagai bongkar angkut muatan maupun pengunjung.***