Salurkan Tanda Cinta Shalih, Relawan Indonesia Hampir Mati Syahid Saat akan Distribusikan Air di Palestina

InNalar.com – Pengeboman yang terjadi Palestina hingga saat ini belum berakhir.

Akibat pengeboman ini, tidak hanya memakan banyak korban, namun juga warga Paletina yang mengalami berbagai kerugian.

Tidak hanya kerugian dalam hal perekonomian, kerugian yang lain juga berdampak kepada kehidupan warga Palestina.

Baca Juga: Daftar 8 Produk Israel Ini Telah Diboikot oleh Dunia, Nomor 1 Ternyata Masih Laris di Indonesia, Apa Itu?

Nasib warga Palestina yang berada di ujung tanduk seperti pepatah mengatakan bagai telur di ujung tanduk.

Maksud pepatah tersebut adalah keadaan yang sangat membahayakan (kritis/genting). Warga Palestina sedang merasakan jika keadaanya saat ini sangatlah genting.

Palestina selalu merasa tidak tenang atas peristiwa yang selalu menimpanya dari turun temurun, berupa pengeboman yang selalu dilayangkan ke Palestina oleh Israel.

Baca Juga: Jet Tempur Amerika Serbu Fasilitas Iran di Suriah Sebagai Pembalasan atas Serangan Terhadap Pasukan AS

Hanya terdapat dua pilihan, terus berjuang untuk hidup ataupun menyerah dengan keadaan. Banyak sekali warga Palestina yang sedang beraktivitas menjadi korban pengeboman. 

Salim A Fillah yang merupakan seorang relawan sekaligus penulis buku islami dan pendakwah dari Yogyakarta dan pengasuh Majelis Jejak nabi di Masjid Jogokariyan.

Dirinya tergabung dalam relawan ‘Baitul Maal Merapi Merbabu’ yang selalu berusaha untuk menyalurkan tanda cinta shalih di Indonesia untuk Saudara di Gaza.

Baca Juga: Tak Terima Kejahatannya Diliput, Israel Bom Rumah Jurnalis di Gaza, Sebabkan Kematian Istri dan Anaknya

Bantuan demi bantuan terus diberikan Salim dan relawan lainnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa air saja.

Sebelumnya, Salim dan relawan lainnya selalu memberikan bantuan dengan berbagai bentuk. Misalnya kasur, bantal, dan selimut.

Bantuan kasur, selimut, dan bantal ini diberikan karena Palestina memasuki musim dingin. Sehingga membutuhkan alas tidur maupun selimut agar tidak kedinginan apalagi dalam kondisi seperti ini. 

Melansir dari unggahan postingan instagram @baitulmaalmerapimerbabu, Salim A Fillah beserta relawan lainnya juga pernah memberikan bantuan berupa obat-obatan, alat medis, makanan pokok, serta kebutuhan ibu dan anak. 

Dengan adanya tragedi yang menimpa Palestina, relawan Indonesia berusaha untuk sedikit meringankan beban warga Palestina yang semakin miris.

Aksi relawan Indonesia ini hampir saja mati syahid terkena bom saat hendak mendistribusikan air di Palestina.

Baca Juga: Terbaru: Para Pemimpin Uni Eropa Dukung Jeda dalam Pertempuran Israel-Hamas, Jumlah Korban Tewas 8.000 Jiwa!

Hal ini merupakan ulah dari penjajah yang selalu melakukan aksi kejahatan tanpa memikirkan keberlangsungan hidup warga Palestina.

Setelah melalui berbagai perjuangan untuk dapat mendistribusikan air, dan hampir saja relawan beserta truk pembawa air yang nantinya akan didistribusikan kepada warga Palestina ini menjadi korban pengeboman.

Lebih tepatnya adalah menjadi korban pengeboman Israel, dengan jarak hanya 20 meter dari titik lokasi.

Setelah sebelumnya terdapat dua warga Palestina yang hendak mengambil air dari truk air harus syahid dengan kondisi kepala terputus dan tubuh yang hancur lebur.

Relawan Indonesia sengaja membawa truk air secara terpisah ke titik-titik lokasi di area pengungsian.

Hal tersebut dilakukan guna menghindari kejadian sebelumnya yaitu menjadi korban pengeboman Israel.

Akhirnya air distribusian bisa dimanfaatkan oleh warga Gaza, salah satunya adalah untuk kebutuhan minum warga.

Jika sebelumnya relawan juga sudah mendistribusikan air dalam bentuk kemasan botol. Akhirrnya memiliki kesempatan untuk mendistribusikan air dengan daya tampung yang lebih banyak. 

“Mereka yang telah bertaruh nyawa untuk menyalurkan amanah, semoga Allah muliakan beserta keluarganya” ucap Salim dalam caption postingannya.***

 

Rekomendasi