Robek 12 Jahitan, Komandan TNI Letkol Tamami Dibacok Anak Buahnya Usai Apel, Karena Sebut Letkol DRB ‘Monyet’?

inNalar.com – Komandan TNI dengan nama Letkol Tamami dibacok oleh anak buahnya setelah selesai apel.

Dilansir dari twitter.com/Paris88Koran, pembacokan Letkol Tamami yang merupakan mantan Komandan Yonif 763/SB.

Tragedi tersebut dilakukan oleh Praka DRB saat dirinya selesai melakukan apel pagi di Rindam XVIII.

Baca Juga: Keruk Lahan 30.162 Ha, Pembangunan PSN di Pasaman Barat Sumbar Kena Protes Warga Air Bangis, Apa Masalahnya?

Lokasi tempat pembacokan dari Komandan TNI tersebut terjadi di Kasuari tepatnya Kabupaten Manokwari Selatan, Papua.

Kejadian pada 24 Oktober 2022 dipicu karena saat apel berlangsung Komandan TNI tersebut menyebut Praka DRB dengan sebutan hewan.

Hal tersebut diungkapkan oleh pria dengan nama lengkap Mohammad Tamami.

Baca Juga: Anggarannya Rp600 M, Jembatan Kahayan di Kalteng Kini Dilengkapi Lampu Hias dan Air Mancur, Berapa Dayanya?

Dari unggahan video akun Twitter Paris 88 Koran yang berdurasi 14 detik terlihat Letkol Tamami menyebut kata ‘monyet’.

 Dalam video tersebut juga terdengar di akhir kalimat mantan Komandan Yonif 763/SB yaitu “Tidak ada gerakan kau, oh kau memang monyet kau”.

Hal tersebut mengakibatkan Praka DRB menemui Letkol Tamami di kantin setelah selesai apel pagi.

Baca Juga: Habiskan Rp23,4 Miliar, Jalan Sepanjang 10 Km di Paser Kalimantan Timur Ini Bebaskan 2 Desa dari Keterisoliran

Pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan parang sehingga mengakibatkan luka robek.

Letkol Tamami mengalami luka robek pada bagian belakang kepala hingga 12 jahitan.

Setelah melakukan aksinya Praka DRB langsung pulang ke rumahnya.

Postingan Twitter dari akun tersebut dibanjiri banyak komentar oleh netizen yang mengatakan hati-hati dengan mulutmu.

Tidak hanya itu, netizen banyak mengecam perbuatan dari Letkol Tamimi yang menyebut anak buahnya dengan kata hewan.

Salah satunya dari akun @kha*** yang mengatakan “Modelan gini gak bs jd Panglima TNI, gabisa jaga mulut gak punya etika pemimpin “.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]