
Di fase gugur, Spanyol tampil semakin efisien. Mereka tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efektif memanfaatkan peluang.
Setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Austria, La Roja kemudian dihadapkan pada laga bertensi tinggi melawan kekuatan utama sepak bola Eropa.
Tantangan terbesar datang saat menghadapi Portugal dan Belgia, namun mereka berhasil menang dengan skor 0-1 dan 2-1. Puncaknya, pada laga semifinal kemarin, Spanyol mampu meredam agresivitas Prancis dengan skor 2-0.
Kesuksesan Timnas Spanyol ke final didukung oleh kerjasama yang solid antar pemain, dan kombinasi talenta muda yang bersemangat dan pemain senior yang matang.
Pemain muda seperti Lamine Yamal menunjukkan skill dalam membuka peluang. Sementara pemain senior seperti Mikel Oyarzabal, Pedro Porro dan Mikel Merino mampu mengeksekusi peluang dengan baik.
Di lini tengah, Rodri menjadi poros permainan. Marca menyebut gelandang Manchester City itu sebagai pemain yang membuat Spanyol terus berjaya sepanjang turnamen.
Meski belum mencetak gol maupun assist, Rodri memimpin jumlah operan sukses dengan akurasi 95 persen. Ia juga menjadi motor build-up dan pengatur tempo permainan La Roja.
Kini, Spanyol semakin dekat untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Pasukan Luis de la Fuente saat ini memasuki masa recovery sambil menunggu lawan di laga final.
Entah Inggris atau Argentina, yang pasti Spanyol kini sedang memulihkan stamina dan mematangkan strategi untuk bisa meraih trofi emas.
Penasaran siapa yang akan jadi pemenang? Jangan lewatkan jadwal final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Seni 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.