Pendeta Herman Soal Mirna Salihin Korban Kopi Sianida: Wanita Ceria dengan Mimpi yang Terenggut

inNalar.com – Bak terowongan yang tak berujung, kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin 2016 silam masih belum ada titik terang.

Jessica Wongso terpidana kasus kopi sianida yang sudah menjalani hukuman penjara selama 8,5 tahun akan segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK) bersama tim kuasa hukumnya untuk menuntut keadilan atas dirinya.

Di lain pihak, ayah Mirna Salihin, yaitu Edi Darmawan secara yakin menyatakan bahwa sampai kapan pun Jessica Wongso tidak akan bisa membuktikan dirinya tidak bersalah karena memang pelaku sebenarnya.

Baca Juga: Bumi dan Langit! Malaysia Kalahkan Indonesia Sebagai Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia

Namun, ada yang luput dari perhatian yaitu sosok Mirna Salihin yang tetap menjadi korban meski salah satu pihak berhasil dibuktikan bersalah atau tidak.

Pendeta Herman Soegeng, salah satu orang terdekat Mirna yang sudah mengenalnya belasan tahun membagikan kenangannya melalui kanal Youtube Daniel Mananta Network yang diunggah pada Oktober 2023.

Herman menuturkan bahwa dirinya pertama kali mengenal Mirna sejak perempuan tersebut beumur 14 tahun.

Baca Juga: Alasan Jessica Wongso Bisa Bebas Bersyarat Usai Divonis 20 Tahun Penjara Kasus Kopi Sianida

Dirinya menceritakan bahwa ia bertemu Mirna dan kembarannya Sandy saat menjadi Youth Pastor yang melakukan pelayanan di sekolahnya.

“Saat pertama kali dikenalkan memang langsung menarik perhatian karena dua-duanya cantik, dua-duanya luwes.” kenang Herman.

Sebagai Youth Pastor, Herman sering menghabiskan banyak waktu bersama Mirna dan Sandy karena memang menjadi salah satu aktivitas pelayanannya.

Baca Juga: Jessica Wongso Bakal Ajukan PK Kasus Kopi Sianida, Otto Hasibuan: Saya Berjuang Bukan Untuk Jessica, Tapi…

Herman juga menyebutkan bahwa Mirna Salihin memiliki hobi bermain sepak bola sejak kecil dan beberapa aktivitas fisik lainnya seperti wall climbing.

Dalam ulang tahunnya yang ke-17 tahun, Mirna sempat mengucapkan keinginannya kepada Herman bahwa jika nanti dirinya menikah ia ingin Herman lah yang menjadi pendetanya.

“Dia selalu menceritakan segala hal yang sedang ia hadapi bahkan saat ia pindah ke Australia.” imbuhnya.

Baca Juga: Gegara Buta Bahasa Inggris, Indonesia Kalah Jauh Sama Malaysia Sebagai Negara Terbaik untuk Ditinggali di Dunia

Tak hanya dekat dengan dirinya, Herman juga menyebutkan bahwa Mirna Salihin juga dekat dengan istri dan anaknya.

Bahkan saat akan menikah dengan Arif Soemarko, Mirna mmemperkenalkannya terlebih dahulu kepada Herman untuk meminta pendapatnya.

She was the glue of the family and easy going. Meskipun ada konflik dalam keluarga seperti pada umumnya.” ungkap Herman.

Baca Juga: Soal Jessica Wongso Bebas dan Menkumham Dicopot Saling Terhubung, Indonesia Bakal Digegerkan Perfect Crime Kopi Sianida Jilid Baru?

Saat mendengar kabar Mirna dinyatakan meninggal dalam kasus kopi sianida, Herman mengaku sempat tak percaya dan berharap kabar tersebut tidak benar.

“Waktu pertama kali dikasih tahu saya pikir that’s one of the worst joke ever.” ungkap Herman.

Herman mengaku masih tidak percaya dan berusaha mencerna fakta bahwa Mirna sudah meninggal bahkan saat melihat jenazahnya di rumah sakit.

Baca Juga: Peluang Gaji Rp7,9 Juta! 2 Formasi Jabatan CPNS 2024 Komnas HAM Ini Khusus Lulusan S1 Ilmu Pemerintahan

Ditunjuk untuk berkhotbah dalam pemakaman Mirna, Herman mengaku bahwa dirinya tidak sanggup namun pada akhirnya mau melakukannya karena dibujuk oleh Sandy.

Menurutnya, Mirna Salihin meninggal adalah karena memang untuk memuliakan Tuhan bukan karena alasan yang lain.***

 

Rekomendasi