

inNalar.com – Pada akhir tahun 2022 lalu, pendapatan salah satu raksasa migas Indonesia, PT Pertamina EP (PEP), tercatat mengalami kenaikan sebesar US$515 juta.
Akan tetapi, berbanding terbalik dengan pendapatannya, laba bersih PT Pertamina EP pada tahun 2022 justu mengalami penurunan.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa perusahaan ini merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.
Sama halnya dengan perusahaan induknya, PT PEP juga bergerak di bidang minyak dan gas sejak awal pembentukannya pada 13 September 2005.
Beberapa hari setelah pembentukannya, yakni pada 17 September 2005, PT PEP resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan BP Minyak dan Gas (sekarang SKK Minyak dan Gas).
Setelah menandatangani kontrak kerja sama tersebut, anak usaha dari raksasa minyak dan gas Indonesia ini mendapatkan wilayah kerjanya sendiri yang meliputi WK yang dulu dikelola sendiri oleh perusahaan induknya serta WK yang dikelola melalui TAC (Technical Asisstance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recorvery).
Kemudian, pada tahun 2021, PT PEP ini bertransformasi menjadi bagian dari Subholding Upstream yang berada di bawah kelola PT Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara Hulu Energi.
Setelah bertransformasi menjadi Subholding Upstream, PT Pertamina EP mengalami kenaikan keuntungan bersih yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dilansir dari pep.pertamina, laba bersih PT PEP pada tahun 2021 ini adalah sebesar US$471 juta atau setara dengan Rp7,3 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)
Sedangkan, keuntungan perusahaan ini pada tahun 2021 tercatat berada di angka US$203 juta atau setara dengan Rp3,15 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)
Dengan begitu, dapat diketahui bahwa dari tahun 2020 hingga 2021 telah terjadi kenaikan laba bersih sebesar US$268 juta atau sebesar 132%.
Namun, kenaikan yang terjadi diantara tahun 2020 dan 2021, laba bersih PT Pertamina EP (PEP) pada tahun 2022 justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan keuntungan bersih tahun sebelumnya.
Menurut laporan tahunan PT Pertamina EP, laba bersih pada tahun 2022 berada di angka US$469 juta atau setara dengan Rp7,27 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)
Apabila dibandingkan dengan keuntungan bersih pada tahun 2021, maka, telah terjadi penurunan sebesar 0,37% atau US$2 juta.
Penurunan laba bersih ini disebabkan karena adanya beban pajak tahun 2022 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan beban pajak di tahun 2021.***