

inNalar.com – Beredar video di aplikasi perpesanan pendek, Whatsapp Group yang menunjukkan sejumlah rumah terendam banjir akibat beberapa jam diguyur hujan lebat.
Diketahui, peristiwa itu terjadi di Desa Tunggeng, Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Jumat, 4 Maret 2022 sore WIB.
Dalam video berdurasi 60 detik itu terdengar luapan emosi dari salah satu keluarga yang mengeluhkan pembangunan Huntara korban erupsi Semeru yang berlokasi tidak jauh dari Desa Tunggeng.
Baca Juga: Sejarah Hallyu Part VI, Chaebol Ternyata Punya Peran Kunci dalam Mendunianya KPop
Laki-laki itu mengatakan bahwa Huntara yang dibangun pemerintah itu menjadi penyebab utama rumahnya terendam banjir.
Tak hanya rumah, dari video lain yang diterima inNalar.com, terlihat sejumlah sawah juga terendam banjir semata kaki itu.
“Iki (banjir) gara-gara Huntara, terus saiki yo opo tanggung jawab e. Ojok Huntara tok seng ndek deso dipikir, wasno lek kyok ngene iki sawah e wong entek kabeh lek koyok ngene,” kata laki-laki dalam video.
Baca Juga: Hanbin eks I-LAND Debut Sebagai Member TEMPEST, Pesonanya Sukses Menarik Perhatian Jutaan Penggemar
“Ini gegara Huntara, lalu mana tanggung jawabnya sekarang. Jangan hanya Huntara yang dipikir, tetapi warga sekitar juga. Coba dilihat kalau sekarang sawah ludes semua” (terjemah Bahasa Indonesia)
Hingga artikel ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari Bupati Lumajang, ataupun Pemkab Lumajang mengenai banjir di Desa Tunggeng tersebut.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah mulai menggencarkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk para korban terdampak erupsi Gunung Semeru.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Ariel Noah yang Inspiratif, Simak Penjelasannya di Sini
Tercatat, per 8 Februari kemarin, sebanyak 118 unit berhasil dirampungkan dan 53 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
Targetnya, Huntara tersebut selesai sebelum bulan Ramadhan 1443 Hijriah.
“Kami memacu pembangunan Huntara di Desa Sumbermujur agar bisa ditempati masyarakat sebelum Ramadhan 1443 Hijriah,” kata Wabup Lumajang, Bunda Indah.
Baca Juga: Link Download Free Fire atau FF Advance Server Terbaru 2022, Buruan Registrasi Akun Sudah Dibuka
Huntara dan hunian tetap yang akan dibangun diketahui bertipe 60, Huntara akan dibangun di bagian belakang tanah kavling dengan luas bangunan ukuran 6×4 meter. Sedangkan, hunian tetap akan dibangun di kavling bagian depan dengan ukuran 6×6 meter.
Lahan yang dipergunakan pun untuk Huntara dan Huntap memiliki luas 81 hektare dengan kapasitas tampung sebanyak 2.000 rumah yang dilengkapi dengan fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas ekonomi.***