

inNalar.com- Seperti biasa Ustad Adi Hidayat membawakan materi ceramahnya dengan selingan lelucon yang membuat jamaah tertawa.
Ustad Adi Hidayat, seorang penceramah dengan kemampuan memahami Al-Qur’an begitu mumpuni. Tak hanya hafal ayatnya, beliau juga tahu persis nama suratnya, letaknya di posisi mana, dan baris ke berapa dalam Al-Qur’an.
Pada ceramahnya kali ini, Ustad Adi Hidayat membahas salah satu pertanyaan yang diberikan kepada beliau secara tertulis.
Baca Juga: Chainsaw Man Episode 8 Sub Indo: Jadwal Tayang, Sinopsis, dan Link Nonton Legal Bukan Otakudesu
Pertanyaan itu seputar perjuangan mahasiswa semester awal yang tengah berjuang mendapatkan pasangan. Namun, usaha yang dilakukan masih sebatas mengamati.
Ustad Adi Hidayat lantas menjawab pertanyaan itu. Tak lupa beliau menambahkan bumbu-bumbu komedi yang mengundang gelak tawa.
“Kalau ingin bertemu jodoh, jangan selalu jadi pengamat. Cara mendapatkan jodoh bukan mengamati, tapi berikhtiar dalam mendapatkannya. Kenali, ta’aruf, cari, sesuai dengan ukuran Nabi,” kata Ustad Adi Hidayat dikutip inNalar.com dari channel Youtube Love Islam.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beberkan 5 Cara Hidup Tenang dan Bahagia dengan Mudah Menurut Islam
“Tak kenal maka… ta’aruf. Bukan tak Sayang. Tidak semua yang kenal itu pasti sayang,” tambah Ustad Adi Hidayat.
Cara ta’aruf yang baik untuk mencari jodoh ada banyak seperti kata Nabi Muhammad SAW,“Tunkahul-mar-atu li-arba’in;
Bagi seorang perempuan ketika ingin mencari jodoh lihat empat kriteria sesuai ukuran Nabi. Begitupun bagi laki-laki. Adapun empat kriteria itu adalah sebagai berikut.
1. Penampakan keindahan yang terpampang pada parasnya (Lijamaliha)
Keindahan paras di sini tidak selalu tampan, atau cantik melainkan pada keadaan di saat kita menatap calon pasangan itu kita jadi senang, indah, enak, dan buat hati menjadi damai.
Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat dan Terbaru: Bagiaman Cara Shalat Walaupun Dalam Keadaan Sakit
Suaranya merdu. Saat kita menatap seketika saja masalah hidup menjadi hilang.
2. Lihat Dari Mana Dia Berasal (Nasabiyah)
Kita perlu mengetahui dari mana calon pasangan kita itu berasal supaya tidak menimbulkan fitnah.
3. Kekayaan (Limaliha)
Limaliha ada yang cenderung menafsirkan pada kekayaan hartanya. Namun, menurut Ustad Adi Hidayat, limaliha mengarah pada kemampuan seorang perempuan mengelola harta suaminya.
Jangan sampai misalnya pendapatan suami lima juta rupiah tapi zakat mall (kepentingan belanja di mall) itu sepuluh juta rupiah.
4. Ketaatannya kepada Allah
Manakala ada seorang laki-laki akhlaknya baik, agamanya bagus, Al-Qur’annya hafal, taat pada Allah. Kata Nabi jangan ditolak karena sulit untuk menemukannya. Jangan dihilangkan peluangnya, segera!
“Bagi ikhwan, coba ta’aruf yang baik, kalau sudah jangan lama-lama. Lamar dengan baik, do’a malam, istikharah,’’ kata Ustad Adi Hidayat.
“Apabila sudah yakin, segeralah lamar. Do’akan, sentuhlah tepat di hatinya maka ia akan jadi milik anda untuk selamanya,” tambah Ustad Adi Hidayat.
Khusus akhwat yang belum menikah, Ustad Adi Hidayat juga memberikan nasihat agar tidak tidak mendengarkan rayuan-rayuan gombal para laki-laki.
Baca Juga: 2 Dzikir Berikut Bisa Buat Kamu Kebanjiran Rezeki, Ustadz Adi Hidayat: Perhatikan agar Hidup Sukses
‘’Katakan padanya, buktikan cintamu dengan menuliskan namaku di buku nikah kita,” terang Ustad Adi Hidayat.
‘’Punya BPKB. Apa itu BPKB? Buku Pernikahan Kita Berdua,” tambah Ustad Adi Hidayat.
Demikian Ustad Adi Hidayat menutup pembahasan seputar kriteria memilih jodoh. Apa yang beliau sampaikan itu kembali membuat pendengar ceramahnya kembali tertawa.***