Momen IShowSpeed Kembali Diserang Fans Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Lawan Inggris

inNalar.com – Streamer kondang asal Amerika Serikat, Darren Jason Watkins Jr alias IShowSpeed, kembali bernasib nahas saat menonton semifinal Piala Dunia 2026.

Pemuda 21 tahun itu menjadi bulan-bulanan sejumlah oknum suporter Argentina di tribun Stadion Atlanta pada Juli 2026.

Ia mendapat serangan fisik maupun verbal bertubi-tubi ketika sedang melakukan siaran langsung.

Kejadian panas ini bermula saat Speed sengaja datang ke stadion mengenakan jersei Timnas Inggris. Langkah ini ia ambil usai tim kesayangannya, Portugal, gugur dari turnamen.

Speed rupanya berniat memicu “kutukan streamer” buatannya sendiri. Ia sengaja mendukung Inggris secara terbuka dengan harapan skuad Lionel Messi bakal menelan kekalahan.

Sayangnya, candaan interaktif khas internet ini ditanggapi kelewat serius oleh oknum suporter lawan. Mereka merespons ulah Speed secara toksik.

Streamer tersebut mendadak dilempari berbagai macam objek dari arah tribun, termasuk diguyur dengan bir.

“Stop throwing!” teriak Speed yang seketika meledak marah.

Dalam siarannya, ia tampak menunjuk tajam ke arah kerumunan oknum pendukung Argentina dan menuntut mereka menghentikan aksi kampungan tersebut.

Insiden pelemparan di Atlanta nyatanya bukan konflik pertama antara Speed dan basis penggemar Argentina. Ada rekam jejak panjang yang melatarbelakangi masalah ini.

Saat laga Argentina melawan Tanjung Verde di Hard Rock Stadium, Miami, Speed juga mengalami hal serupa. Ia dicecar pelecehan verbal dan komentar tidak sopan hanya karena memakai jersei Tanjung Verde di tribun.

Kelakuan oknum suporter Argentina makin tidak terkendali saat laga melawan Mesir. Mereka tertangkap kamera melakukan aksi rasis.

Oknum tersebut terang-terangan membuat gestur menyerupai monyet yang diarahkan langsung ke kamera siaran langsung milik Speed.

Menyikapi rentetan ulah ini, FIFA akhirnya turun tangan. Otoritas tertinggi sepak bola itu resmi membuka investigasi pada 7 Juli 2026.

Penyelidikan FIFA tak cuma berfokus pada pelecehan terhadap Speed. Mereka juga mengusut laporan dari suporter Tanjung Verde dan Mesir.

Para suporter tersebut dilaporkan ikut menjadi korban pelemparan botol bir sampai terlibat perkelahian fisik di area stadion.

Panasnya situasi di bangku penonton ternyata berbanding lurus dengan kondisi di lapangan. Laga semifinal ini berlangsung amat ketat dan keras di bawah pengawasan wasit.

Skor kacamata 0-0 sempat bertahan di sepanjang babak pertama. Timnas Inggris kemudian berhasil memecah kebuntuan dan memimpin lebih dulu di paruh kedua.

Saat insiden pelemparan di tribun memuncak, tensi pertandingan juga sedang tinggi-tingginya dengan banyaknya pelanggaran. Timnas Inggris tercatat menerima satu kartu, sementara Argentina diganjar dua kartu.

Meski Inggris sempat memegang kendali laga, Argentina nyatanya sukses membuktikan mental mereka lewat comeback dramatis di sisa menit pertandingan.

Kemenangan menyakitkan ini resmi menyingkirkan Inggris, sekaligus mengantar Argentina melaju ke babak final Piala Dunia 2026 untuk menantang Spanyol.