

inNalar.com – Pernahkah kamu mencoba mengamati terbuat dari material apakah bilah Garuda yang terpasang di Kantor Presiden IKN, Kalimantan Timur?
Apakah material bilah Garuda yang menghiasi gedung Kantor Presiden IKN nantinya akan tahan banting terhadap potensi resiko cuaca buruk yang bisa saja terjadi di Kalimantan Timur?
Nah, rasa penasaran ini akhirnya terjawabkan setelah Kementerian PUPR memberikan sosialisasi menarik dengan mengungkap material macam apa yang diandalkan para arsitek dalam proses pembangunan visualisasi garuda di Kantor Presiden IKN ini.
Pemerintah Indonesia tentu sangat selektif dalam memilih bahan apa saja yang akan menjadi komponen bangunan infrastruktur di Ibukota baru nantinya.
Sebagai informasi, bilah pada simbol burung ikoniknya Indonesia ini terbuat dari bahan baja.
Bukan sembarang berbahan baja, material yang dipilih oleh para arsitek ini adalah weathering steel. Apakah itu?
Dijelaskan secara detail oleh Kementerian PUPR, weathering steel ini sengaja adalah besi anti karat yang digadang akan tahan banting terhadap cuaca dan korosi.
Namun jangan kaget ya apabila 6 bulan setelahnya material bilah Garuda akan berkarat secara alami.
Hal tersebut memang hal alami yang akan terjadi pada bahan baja yang satu ini. Pasalnya proses pengaratan secara alami ini disebut akan mencegah korosi lebih lanjut.
“Baja ini membentuk lapisan karat alami dalam waktu 6 bulan yang justru mencegah korosi lebih lanjut”, dikutip dari YouTube Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Rupanya baja anti karat tersebut menjadi pilihan favorit para arsitek, karena perawatannya tidak sulit dan tidak boros biaya.
Menariknya lagi, warna karat dari weathering steel pada Kantor Presiden di IKN, Kalimantan Timur ini akan semakin estetik dipandang mata.
Jadi penyebab material bilah garuda ini dipandang tahan banting adalah karena baja tersebut dirancang untuk mengembangkan lapisan oksida yang warnanya mirip karat.
Namun lapisan tersebut sebenarnya berfungsi untuk melindungi permukaannya dari potensi korosi.
Bahkan disebutkan bahwa ketahanan material bilah tersebut digadang mampu bekerja 4 sampai dengan 8 kali lebih baik.
Kekuatan mekaniknya 30 persen lebih tinggi dan lebih baik daripada baja karbon konvensional, melansir dari Kementerian PUPR.
Biaya pemeliharaan dan tingkat kesulitan perawatan yang tidak merepotkan ini rupanya juga tidak meninggalkan tampilan estetika bilah garuda itu nantinya.
Dengan komponen struktur baja yang lebih tahan banting sekaligus tampilan menawan di pandangan mata inilah yang membuat para arsitek Kantor Presiden IKN mantap memilih material yang satu ini.
Baca Juga: Pulau Seluas 1.160,35 Km2 di Sulawesi Selatan Ini Berjuluk ‘Tana Doang’, Ternyata Karena Dulunya…
Simbol burung Garuda dengan kepakan sayap lebarnya ini nantinya akan menjadi ikon Ibukota Nusantara, ungkap Diana Kusumastuti selaku Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.
Bilah Garuda yang akan dipasang nantinya berjumlah 4.650 unit. Posisi sayapnya yang mengepak lebar mengayomi bangunan Kantor Presiden di IKN inilah yang akan menjadi simbol infrastruktur baru Ibukota baru Indonesia di Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, nilai proyek pembangunan infrastruktur strategis yang satu ini mencapai Rp11,96 triliun.
Baca Juga: Melega di Lahan Seluas 5.559 M2, SD Internasional Terbaik di Bengkulu Ini Biaya Masuknya Termahal?
Ke depannya pula, aliran listrik yang mengalir ke kantor kepresidenan yang baru di Ibukota Nusantara ini berasal dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).
Lingkungan IKN Kalimantan Timur nantinya akan dipasok listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang kapasitasnya mencapai 50 Mega Watt (MW).
Hingga kini, sejumlah infrastruktur selain Kantor Presiden IKN pun terus diprogres. Salah satu contohnya adalah Proyek Training Center PSSI, Rumah Sakit Mayapada dan Abdi Waluyo, serta Hotel Nusantara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi