

inNalar.com – Nama bandara di setiap daerah pasti dinukilkan dari nama seorang pahlawan maupun ciri khas daerah tersebut.
Seperti halnya bandara asal Sulawesi Selatan ini yang namanya dinukilkan dari nama salah seorang Raja atau Sultan Gowa ke-16.
Raja Gowa ke-16 tersebut dijuluki oleh Belanda dengan sebutan De Haantjes van Het Osten, yang artinya Ayam Jantan dari Timur.
Baca Juga: dr Djaja Ceritakan Pengalaman Saat Otopsi Mayat: Ada yang Kebal, Jarum Jahit Sampai Patah
Ya benar, nama Raja tersebut adalah Sultan Hasanuddin, yang terlahir dengan nama Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape.
Nama Sultan Hasanuddin dicantumkan dalam nama sebuah bandara internasional asal Sulawesi Selatan, yakni Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Melansir dari laman web sulselprov.go.id, bandara tersebut terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang letaknya berjarak 30 km dari pusat kota.
Jadi pintu gerbang utama ke bagian timur Indonesia, bandara tersebut memiliki luas area sekitar 381 hektare.
Sebenarnya, nama dari Bandara Internasional asal Sulawesi Selatan tersebut telah berganti sampai empat kali.
Awalnya pada tahun 1935, saat pertama kali dibangun oleh Belanda, bandara tersebut bernama Lapangan Terbang Kadieng.
Kemudian, pada pergantian yang kedua, setelah dikuasi Jepang, namanya diubah menjadi Lapangan Terbang Mandai.
Setelah itu, pada pergantian yang ketiga, tepatnya pada tahun 1980 namanya berganti menjadi Pelabuhan Udara Hsanuddin.
Pergantian nama tersebut disertai dengan perpanjangan runway bandara dari 13-31 menjadi 2500×500 meter.
Hingga akhirnya pergantian yang terakhir, yakni pada tahun 2004 berubah nama menjadi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut.
Sebenarnya, penambahan kata ‘Sultan’ atau yang bermakna Raja tersebut ditujukan pada sosok Sultan Hasanuddin yang merupakan pahlawan nasional.
Itulah informasi mengenai bandara internasional asal Sulawesi Selatan yang namanya diambilkan dari Raja berjuluk De Haantjes van Het Osten.***